Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian Dan Klasifikasi Tektonisme

Pengertian Dan Klasifikasi Tektonisme – Ritaelfianis.com – Selamat siang readers, apa kabarnya nih? Semoga baik- baik saja yha! Mengenai tektonisme tentunya asyik untuk dibahas yha.

Tapi readers tahu nggak apa itu tektonisme, serta klasifikasinya apa saja? Jika kalian belum mengetahuinya, pilihan bijak sekali kalian mengunjungi website ini.

Karena pada kesempatan kali ini, informasi yang akan dibahas yaitu mengenai tektonisme.

Okelah, tanpa basa-basi, langsung aja yuk, berikut penjelasan lengkapnya! Simak baik-baik yha!

Baca Juga : Pengertian Dan Jenis-Jenis Tenaga Endogen

Apa yang dimaksud dengan Tektonisme?

Yang dimaksud dengan tektonisme yaitu aktivitas di dalam bumi yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan letak) dan juga deformasi (perubahan bentuk) pada permukaan bumi.

Proses tektonisme ini tidak dipengaruhi oleh aktivitas magma. Sedangkan roses yang dipengaruhi oleh aktivitas magma dinamakan vulkanisme.

Tektonisme sendiri bisa berupa pengengkatan, lipatan, pergerakan, dan juga patahan pada struktur tanah di wilayah tertentu.

Tektonisme masuk ke dalam jenis tenaga endogen, karena tektonisme berasal dari dalam bumi dan mampu membuat perubahan berupa relief pada permukaan bumi.

Terjadinya tektonisme dapat secara horizontal (mendatar) ataupun vertikal (tegak).

Apa saja klasifikasi dari tektonisme?

Klasifikasi tektonisme berdasarkan dari kecepatan gerak serta luas daerahnya, dapat dibedakan menjadi:

  1. Gerak Epirogenetik (Epirogenesa)

Gerak epirogenetik biasa disebut dengan gerak epirogenesa atau juga gerakan pembentuk benua.

Yang dimaksud dari gerak ini yaitu pergerakan maupun pergeseran dari lapisan bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen (tenaga dari dalam bumi) dan berlangsung relative lambat.

Gerak epirogenetik ini terjadi secara vertikal, meliputi suatu area yang sangat luas, dan berlangsung dalam waktu yang relative lama. Gerak epirogenesa ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu gera epirogenesa positif dan gerak epirogenesa negatif.

  • Gerak Epirogenesa Positif.

Yang dimaksud dengan gerak epirogenesa positif yaitu gerak vertikal (dari atas ke bawah) yang dapat mengakibatkan turunnya lapisan kulit bumi. Gerakan epirogenesa positif membuat permukaan air laut seolah-oleh menjadi terlihat lebih tinggi dan daratan akan terlihat lebih rendah.

  • Gerak Epirogenesa Negatif.

Yang dimaksud dengan gerak epirogenesa negatif yaitu gerak vertikal (dari bawah ke atas) yang dapat mengakibatkan naiknya lapisan kulit bumi. Gerakan epirogenesa negatif ini akan membuat permukaan air laut seolah-olah menjadi terlihat lebih rendah serta daratan akan terlihat lebih tinggi.

  1. Gerak Orogenetik (Orogenesa)

Gerak orogenetik biasa disebut dengan gerak orogenesa. Yang dimaksud dengan gerak orogenetik yaitu pergerakan lempeng yang terjadi sangat cepat dan areanya lebih sempit daripada gerak epirogenetik.

Gerak orogenesa disebabkan karena adanya tekanan dari tenaga tektonik pada batuan yang lentur atau elastis.

Gerakan ini mampu berlangsung sampai kelenturan suatu batuan mencapai batas maksimalnya dan pecah. Gerak orogenetik akan dapat menghasilkan dua jenis struktur permukaan yang baru, yaitu:

  • Lipatan (folded)

Lipatan terjadi karena kelenturan atau elastisitas dari batuan yang terlibat lebih besar daripada dari dalam bumi (endogen) yang menekannya sehingga tidak mengakibatkan batuan tersebut menjadi patah.

Lipatan akan membentuk sinklinal (bagian lipatan yang menurun) dan antiklinal (bagian lipatan yang meninggi atau terangkat.

Hasil folded akan membentuk relief permukaan bumi yang berupa pegunungan. Beberapa lipatan yang akan terbentuk yaitu: normal, asimetris (tidak seimbang antara kiri dan kanan), serta tumpang tindih.

  • Patahan atau sesar (fault)

Patahan atau biasa disebut dengan sesar terbentuk karena adanya tenaga tektonik yang menekan baik menekan secara horizontal ataupun vertikal batuan elastis yang terlihat sampai mencapai batas maksium keelastisaanya, sehingga akan mengakibatkan batuan tadi retak, patah, dan bisa saja pecah. Ada beberapa jenis patahan atau sesar yang bisa terbentuk, antara lain yaitu:

  1. Sesar naik atau sesar turun. Ketika bagian blok patahan dari suatu lempeng yang permukaannya lebih tinggi dibandingkan asal lempeng tersebut dinamakan dengan sesar naik. Dan yang dimaksud dengan sesar turun yaitu ketika bagian dari suatu lempeng yang permukaannya lebih rendah dari rempeng asalnya.
  2. Tanah naik (horst) dan tanah turun (graben). Tanah naik atau horst yatu daratan yang letaknya lebih tinggi dari daratan yang ada di sekelilingnya. Horst dapat terjadi disebabkan karena tenaga dari dua arah saling mendorong sehingga pemusatan dari dorongan tersebut akan menjadi lebih tinggi. Dan yang dimaksud dengan gaben yaitu daratan yang letaknya lebih rendah dari daratanyang ada di sekelilingnya. Graben dapat terjadi diakibatkan karena adanya tenaga dari dua arah yang saling tarik menarik sehingga mengakibatkan pemusatan gaya tarik tersebut membentuk daerah patahan yang lebih rendah. Apabila tenaga tektonik muncul dari dua arah maka akan terbentuk graben dan horst.
  3. Sesar mendatar. Yang dimaksud dengan sesar mendatar yaitu patahan yang sejajar antara satu blok patahan dengan yang lain,hanya terjadi pergeseran saja, tidak ada yang posisinya lebih tinggi.

Nah readers, gimana?

Sudah paham kan mengenai apa itu tektonisme serta klasifikasinya apa aja. Kalau belum paham, kalian bisa mengulangi dengan membacanya kembali. Sekian dulu yha informasi kali ini.

Semoga informasi kali ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kalian.

Selanjutnya aku bakal ngasih banyak lagi informasi yang bermanfaat buat kalian.

Terimakasih telah menyempatkan untuk membaca. Jangan lupa tunggu dan baca artikel lainnya yha. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Baca Juga : Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test