Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan jenis konflik

Pengertian dan jenis konflik – Pengertian Konflik berasal dari kata kerja ‘configere’ dalam Bahasa Latin yang artinya saling memukul. Secara sosiologis, konflik dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa oleh individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut adalah ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan juga hal lainnya. Di dalam hidup bermasyarakat, tidak ada individu yang tidak pernah mengalami konflik, baik antara individu maupun antar kelompok. Konflik akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Selanjutnya, kita akan membahas pengertian konflik menurut beberapa para ahli :

  1. Taquiri dan Davis

Konflik adalah warisan kehidupan sosial sebagai akibat dari ketidaksetujuan, kontroversi, serta pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara berkelanjutan.

  1. Lewis A. Coser

Konflik adalah perjuangan nilai atau tuntutan atas status dan merupakan bagian dari masyarakat yang akan selalu ada, sehingga apabila ada masyarakat maka akan muncul konflik.

  1. Soerjono Soekanto

Konflik merupakan suatu keadaan pertentangan antara dua pihak untuk berusaha memenuhi tujuan dengan cara menentang pihak lawan.

  1. Robbins

Konflik memiliki arti sebagai proses sosial dalam masyarakat yang terjadi antara pihak berbeda kepentingan untuk saling memberikan dampak negatif, artinya pihak-pihak yang berbeda tersebut senantiasa memberikan perlawanan.

  1. Alabaness

Konflik adalah keadaan masyarakat yang mengalami kerusakan keteraturan sosial yang dimulai dari individu atau kelompok yang tidak setuju dengan pendapat dan pihak lainnya sehingga mendorong terjadinya perubahan sikap, prilaku, dan tindakan atas dasar ketidaksetujuannya.

Konflik terbagi menjadi berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan jenisnya, perspektif, sumber masalah, segi instansional, dan menurut Mastenbroek. Dibawah ini kita akan membahasnya satu-persatu.

Konflik berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

  • Konflik yang bersifat konstruktif

Konflik ini menciptakan nilai positif bagi pengembangan organisasi.

  • Konflik yang bersifat destruktif

Konflik ini menciptakan nilai negatif bagi pengembangan organisasi.

Konflik berdasarkan perspektifnya dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

  • Konflik intraindividu

Konflik yang dialami oleh individu dengan dirinya sendiri karena adanya tekanan peran dan ekpektasi di luar berbeda dengan keinginan atau harapannya.

  • Konflik antarindividu

Konflik yang terjadi antarindividu dalam suatu kelompok atau antarindividu pada kelompok yang berbeda.

  • Konflik antarkelompok

Konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok dengan kelompok lain.

  • Konflik organisasi

Konflik organisasi bersifat struktural maupun fungsional dan konflik ini terjadi antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.

Konflik berdasarkan sumber masalahnya dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :

  • Konflik tujuan

Adanya perbedaan tujuan antarindividu, kelompok maupun organisasi bisa memunculkan konflik.

  • Konflik peranan

Manusia memainkan lebih dari satu peran dalam kehidupan. Banyaknya peran yang dimainkan tersebut tidak jarang menimbulkan konflik.

  • Konflik nilai

Nilai yang dianut seseorang seringkali tidak sejalan dengan sistem nilai yang diatur oleh organisasi atau kelompok, hal ini dapat berpotensi untuk memunculkan konflik.

  • Konflik kebijakan

Konflik yang muncul karena seorang individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang ditetapkan organisasi.

Konflik berdasarkan segi instansionalnya dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Konflik kebutuhan individu dengan peran yang dimainkan dalam organisasinya.

Konflik ini disebabkan karena kebutuhan serta keinginan karyawan tidak sejalan dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi.

  • Konflik peranan dengan peranan.

Setiap karyawan dalam organisasi memiliki peranan yang berbeda-beda dan setiap karyawan tersebut berusaha memainkan peranannya masing-masing, sehingga ada kalanya hal tersebut menimbulkan konflik.

  • Konflik individu dengan individu lainnya.

Konflik ini diawali dengan interaksi antara individu satu dengan yang lain, disebabkan oleh pola pikir, kepribadian, persepsi, karakteristik, minat, dan latar belakang yang berbeda.

Jenis-jenis konflik menurut Mastenbroek dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

  • Konflik instrumental

Konflik ini terjadi karena ketidaksepahaman antar komponen dalam organisasi dan proses pengoperasiannya.

  • Konflik sosio-emosional

Konflik ini disebabkan karena perbedaan pada identitas, citra diri, emosi, kepercayaan, prasangka, keterikatan, identifikasi terhadap kelompok, lembaga dan lambang-lambang tertentu, sistem nilai dan reaksi individu dengan yang lainnya.

  • Konflik negosiasi

Ketegangan-ketegangan yang dirasakan pada waktu proses negosiasi terjadi, baik antara individu dengan individu atau kelompok dengan kelompok.

  • Konflik kekuasaan dan ketergantungan

Konflik ini disebabkan karena terjadinya persaingan dalam organisasi.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test