Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Fungsi Sistem Saraf Manusia

Pengertian dan Fungsi Sistem Saraf Manusia – Sistem saraf merupakan sistem koordinasi tubuh yang terdiri dari sel-sel saraf yang dapat menerima dan menghantarkan rangsangan (impuls), memprosesnya, kemudian memberikan respon tubuh atas rangsangan tersebut.

Sistem Saraf Manusia ini membuat tubuh mampu mendeteksi adanya perubahan baik di luar maupun di dalam tubuh, lalu memberikan respon penyesuaian atas perubahan tersebut.

Unit terkecil dari sistem saraf yaitu sel saraf atau disebut juga sebagai neuron. Tubuh manusia terdiri dari banyak sekali neuron yang saling terhubung dan membentuk sistem saraf yang kompleks.

Berikut adalah fungsi sistem saraf pada manusia:

  • Menerima informasi atau rangsangan dan mendeteksi perubahan yang terjadi baik di luar maupun di dalam tubuh manusia
  • Mengatur dan memproses informasi atau rangsangan yang diterima
  • Sistem saraf sebagai pusat pengendali tanggapan yang diberikan tubuh terhadap rangsangan atau perubahan yang terdeteksi dalam bentuk gerakan atau sekresi kelenjar

Pada manusia, sistem saraf terbagi menjadi dua yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi (perifer):

  • Sistem saraf pusat

Sistem saraf pusat memegang kendali utama atas kinerja sistem saraf dan aktivitas tubuh. Sistem saraf pusat secara umum terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Berikut adalah penjelasan mengenai bagian-bagian dari sistem saraf pusat.

  • Otak besar (serebrum)

Otak besar merupakan bagian terbesar dari otak, yang memiliki fungsi utama dalam memproses aktivitas tubuh, terutama kepandaian, ingatan, kesadaran, dan pertimbangan.

  • Otak kecil (serebelum)

Otak kecil memiliki fungsi utama sebagai pusat terjadinya pengaturan koordinasi gerakan otot, keseimbangan, dan posisi tubuh.

  • Sumsum lanjutan (medula oblongata)

Sumsum lanjutan memiliki fungsi mengatur sistem tak sadar dalam tubuh, diantaranya pernapasan, mengatur suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung, sistem pencernaan, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Jenis Pankreas

  • Sumsum tulang belakang (medula spinalis)

Sumsum tulang belakang memiliki fungsi utama untuk mengatur gerak refleks dan menyampaikan rangsangan dari bagian perifer ke otak serta dari otak ke bagian perifer tubuh.

  • Sistem saraf tepi (perifer)

Sistem saraf tepi meliputi sistem saraf selain otak dan sumsum tulang belakang. Sistem ini terbagi menjadi sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar

  • Sistem saraf sadar (somatik)

Sistem saraf sadar ini berfungsi untuk menerima rangsangan dan menanggapinya secara sadar, contohnya untuk mengatur panca indera dan otot-otot tubuh secara sadar.

  • Sistem saraf tak sadar (otonom)

Sistem saraf tak sadar berfungsi untuk mengontrol gerakan tubuh yang secara tidak sadar. Sistem saraf ini terbagi menjadi sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik yang bekerja secara bertolak belakang.

Sistem saraf simpatik membuat tubuh berada dalam keadaan siaga atau tegang, sedangkan sistem saraf parasimpatik membuat tubuh berada dalam keadaan yang tenang.

Baca Juga : Cara Kerja DNA

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test