Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Definisi Oogenesis

aPengertian dan Definisi Oogenesis – Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari pengertian dan definisi dari oogenesis.

Namun selain mempelajari pengertian dan definisinya, kita juga akan mempelajari proses terbentuknya oogenesis.

Mari tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita bahas satu per satu.

Pengertian dan Definisi Oogenesis

Secara umum, oogenesis didefinisikan sebagai produksi ovum atau sel telur pada gamet betina atau sel seks. Oogenesis merupakan salah satu jenis gametogenesis atau hasil produksi dari sel seks, sedangkan pada laki-laki proses ini dinamakan dengan spermatogenesis yang menghasilkan sel sperma.

Baca Juga : Tahapan Dalam Perkembangan Pada Tulang Osifikasi

Oogenesis dapat terjadi pada semua spesies mahkluk hidup yang memiliki repeoduksi secara generatif dan mencakup semua proses belum matang sel telur.

Agar dapat menjadi matang, sel telur pada mamalia harus melewati lima tahapan. Kelima tahapan tersebut yaitu oogonim, oosit primer, oosit sekunder, ootid, dan ovum.

Proses Terbentuknya Oogenesis

Umumnya spesies yang mengalami reproduksi secara generatif, sel telurnya mengandung 50% materi genetik dari individu dewasa.

Agar dapat terjadi reproduksi, sel telur harus dibuahi oleh gamet jantan atau sel sperma. Sama seperti sel telur, gamet jantan atau sel sperma juga mengandung 50% materi genetik dari individu dewasa juga.

Dengan begitu, embrio yang akan dibentuk oleh fertilisasi akan berisi oleh set lengkap materi genetik dari 50% sel telur atau gamet betina dan 50% sel sperma atau gamet jantan.

Pada tahap pertama dari ovum, sel telur yang belum matang dinamakan dengan oogonium dan dibentuk oleh mitosis dalam kehidupan paling awal dari organisme.

Di dalam mitosis, sel akan mereplikasikan DNA dari materi genetik sebelum membaginya menjadi dua sel anak yang identik. Selain itu, mitosis adalah metode reproduksi secara vegetatif.

Pada hewan, sel gamet atau sel kelamin termasuk dalam sel telur, karena dibentuk oleh meiosis dan membelah tanpa replikasi.

Sehingga sel yang diturunkan ke anaknya hanyalah setengah dari seluruh jumlah kromosom induknya dan separuh sel lainnya dibentuk oleh mitosis.

Pada tahap pertama oogenesis, oogonium akan mengalami oositogenesis dan menghasilkan oosit primer melalui proses mitosis.

Saat oogonium mengalami oositogenesis, oosit primer yang akan dihasilkan adalah sel diploid dengan dua set kromosom lengkap.

Sel kelaminnya ialah sel haploid yang mengandung setengah dari jumlah kromosom dalam sel diploid dan sel haploid terbentuk dari sel-sel diploid oleh meiosis.

Melalui ootidogenesis dan bentuk meiosis, oosit primer akan menghasilkan oosit sekunder haploid. Selanjutnya proses ootidogenesis akan dihentikan ketika baru memasuki setengah jalan, sampai ovulasi atau saat selesai untuk menghasilkan dirilis (ootid) dan penghentian ini dinamakan dengan dictyate.

Pada tahap akhir ootid akan berkembang menjadi sel telur dan kemudian berubah menjadi sel telur yang sudah matang atau siap untuk dibuahi oleh sel sperma.

Sedangkan pada hewan mamalia atau manusia, oosit sekunder tidak berubah menjadi ootid hingga siap dirilis selama terjadinya siklus menstruasi.

Dalam protista seperti gymnospermae, alga, ataupun tanaman yang tidak memiliki bunga oogenesis tidak diawali dengan oogenium tetapi dalam struktur yang khusus dan dinamakan dengan arkegonim.

Pada tanaman berbunga oogenesis terjadi di megagametofit atau kantong embrio yang terdapat pada ovula di dalam ovarium bunga. Saat sel telur matang, bakal biji akan berubah menjadi benih yang melindungi dan memelihara sel telur.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test