Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Definisi HAM (Hak Asasi Manusia)

Pengertian dan Definisi HAM (Hak Asasi Manusia) – Hak dan kewajiban merupakan dua hal yang Tuhan anugerahkan kepada manusia sejak mereka lahir hingga nanti kembali lagi ke tanah.

Kedua hal tersebut bersifat kekal pada diri manusia selama manusia tersebut hidup di dunia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kewajiban memiliki arti sesuatu yang harus dilaksanakan.

Sedangkan kata hak memiliki artian sesuatu yang akan dan pasti didapatkan oleh manusia setelah mereka memenuhi dan melaksanakan kewajiban.

Baca Juga : Pengertian Dan Contoh Norma Hukum

Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan; apabila manusia melaksanakan kewajiban namun tidak diimbangi dengan hak yang akan ia dapatkan, maka dapat disebut ketidakadilan.

Di sisi lain, apabila manusia hanya sanggup menuntut hak nya tanpa melaksanakan kewajiban yang ia emban, maka dapat menimbulkan kerancuan dan ketidakadilan di tengah masyarakat.

Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian serta definisi dari HAM (Hak Asasi Manusia) di kehidupan sosial masyarakat. Yuk simak penjelasan dibawah ini!

PENGERTIAN HAM

Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia sejak mereka masih berada dalam kandungan.

Hak ini dapat bersifat universal. Dasar-dasar dari HAM (Hak Asasi Manusia) telah tercantum dalam beberapa Undang-Undang, seperti dalam deklarasi kemerdekaan negara Amerika Serikat atau disebut Declaration of Independence of USA dan juga pada Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia, yakni dalam Pasal 27 Ayat 1, Pasal 28, Pasal 29 Ayat 2, Pasal 31 Ayat 1 dan Pasal 30 Ayat 1.

Perlindungan Hak Asasi Manusia secara global telah tercantum dalam teori perjanjian negara, dimana teori tersebut dibuat untuk melindungi hak asasi warga negara melalui konstitusi yang ada.

Di dalam teori perjanjian negara, terdapat Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis, dimana Pactum Unionis merupakan perjanjian antarindividu untuk membentuk sebuah negara; Pactum Subjectionis ialah perjanjian antara individu serta negara yang dibentuk.

Beberapa ahli memiliki kepercayaan berbeda mengenai dua teori tersebut. John Lock mengakui kedua Pactum tersebut sedangkan JJ Roessaeu hanya mengakui Pactum Unionis. Di sisi lain, Thomas Hobbes hanya mengakui Pactum Subjectionis.

Teori perjanjian negara tersebut kemudian menjamin HAM pada manusia dan menjadikan HAM sebagai hak fundamental manusia.

PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) yang merupakan lembaga pengayom negara-negara dunia, telah mengembangkan HAM ini sejak awal berakhirnya Perang Dunia II agar negara tidak dapat lari dari tanggung jawabnya untuk melindungi hak asasi manusia warga negara maupun yang bukan warga negaranya.

Yang dimaksud adalah negara harus melindungi hak asasi manusia siapa saja yang berada dalam wilayah negara tersebut tanpa terkecuali, entah itu warga negara asing ataupun warga negara dari negara tersebut.

Negara wajib bertanggung jawab untuk pemenuhan hak asasi manusia tersebut pada tataran tertentu.

Hak asasi manusia ini kemudian membuat sesama manusia menyadari betapa pentingnya menghargai hak asasi satu sama lain dan hal tersebut menimbulkan rasa toleransi antar sesama.

Pelanggaran hak asasi manusia menjadi sorotan tersendiri di zaman sekarang ini.

Semakin berkembangnya zaman seakan menggoyahkan toleransi antar sesama, dimana manusia saling menyakiti sesamanya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Hal ini pula yang menjadi dasar konstitusi negara-negara di dunia menjadikan hak asasi manusia sebagai hal terpenting dari terciptanya sebuah peraturan perundang-undangan serta peraturan negara yang lainnya.

Beberapa ahli memiliki pandangan tersendiri mengenai hak asasi manusia ini, diantaranya:

  • David Beetham dan Kevin Boyle yang berpendapat bahwa HAM beserta kebebasan fundamental ialah hak individual yang berasal dari kebutuhan serta kapasitas manusia.
  • Miriam Budiardjo memberi batasan pada pengertian hak asasi manusia sebagai hak yang dimiliki oleh manusia, dimana hak tersebut diperoleh dan dibawa bersamaan ketika ia lahir serta kehadiran di dalam masyarakat.
  • UU no. 39 tahun 1999 menyatakan bahwa HAM ialah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan. Hak tersebut ialah anugerah dari Tuhan yang wajib dihormati, dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dsn juga setiap manusia demi kehormatan, perlindungan harkat dan martabat manusia.
  • John Locke berpendapat bahwa hak asasi ialah hak yang diberikan langsung oleh Tuhan sebagai sesuatu yang sifatnya kodrati, artinya, hak yang dimiliki tiap manusia menurut kodratnya tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya dan bersifat suci.
  • de Rover memandang HAM sebagai hak hukum yang dimiliki tiap manusia dan bersifat universal. Hak tersebut mungkin dapat dilanggar namun tidak akan bisa dihapuskan. Hak asasi ialah hak hukum. Hak asasi tersebut dilindungi oleh konstitusi dan hukum nasional di berbagai dunia.
  • Franz Magnis-Suseno berpendapat bahwa HAM ialah hak yang dimiliki oleh manusia bukan karena diberikan atas nama masyarakat. Manusia memilikinya sebab ia adalah manusia.

Baca Juga : Pengertian, Manfaat dan Contoh Hukum Pascal

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test