Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Definisi Biosistematika Hewan

Pengertian dan Definisi Biosistematika Hewan – Biosistematika merupakan pengelompokan pada suatu organisme berdasarkan ciri-ciri tertentu.

Biosistematika hewan adalah sistem klasifikasi untuk menggolongkan hewan yang memiliki variasi keanekaragaman. Berikut ini kami sampaikan penjelasan mengenai Biosistematika Hewan.

Makhluk hidup di bumi memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi. Setidaknya ada sekitar satu juta jenis hewan dan lima ratus ribu jenis tumbuhan yang telah dideskripsi, sementara sekitar 3-10 juta jenis belum dideskripsikan.

Setiap makhluk hidup mempunyai beberapa jenis perbedaan, seperti pada kelompok, musim, morfologi, umur, seks maupun fenomena lainnya.

Baca Juga : Pengertian dan Beberapa Ciri Makhluk Hidup

Dengan banyaknya keberagaman tersebut, sangat sulit untuk mempelajari secara keseluruhan.

Itulah sebabnya dilakukan pengelompokan atau disebut juga klasifikasi. Prinsip atau metode yang digunakan untuk pengelompokkan hewan dipelajari dalam ilmu sistematik hewan atau systematic zoology.

Ilmu yang mempelajari mengenai pengelompokan dan sistematika hewan disebut Taksonomi. Taksonomi menurut asal katanya, berasal dari bahasa latin yaitu dari kata taxis yang berarti susun, dan nomos yang berarti aturan.

Sistematika menurut asal katanya dari bahasa latin, yaitu dari kata systema yang memiliki arti suatu sistem klasifikasi.

Sistem klasifikasi dikembangkan oleh Linnealus, seorang naturalis pada tahun 1735.

Menurut Simpson, sistematika modern sendiri berarti sebagai sebuah studi yang mempelajari mengenai keanekaragaman organisme serta bagaimana hubungan biologinya. Secara sederhana, sistematik merupakan ilmu yang membahas mengenai keberagaman organisme.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa biosistematika hewan adalah, bidang ilmu yang mempelajari mengenai keanekaragaman hewan.

Salah satu fungsi utama dalam ilmu ini adalah membandingkan sifat pada setiap spesies hewan yang berada pada suatu tingkatan takson yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan ilmu sistematik memegang posisi unik yang diperlukan dalam bidang keilmuan biologi. Klasifikasi membuat perbedaan setiap organisme dapat diterima pada disiplin ilmu lainnya.

Prinsip dasar pada sistem Klasifikasi

Secara umum, ada dua prinsip utama dalam sistem klasifikasi yaitu kesamaan ciri dan tingkatan dan taksonnya. Berikut adalah penjelasannya :

a. Kesamaan ciri yang diperlukan dalam klasifikasi:

  • Jumlah Jaringan pada tubuh organisme. Jumlah jaringan dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu, diploblastik dan tripoblastik
  • Struktur tubuh, terdiri dari coelomate, pseudocoelomate, dan acoelomate.
  • Ciri lainnya. Ciri lain yang dapat dipertimbangkan dalam klasifikasi organisme seperti seks, appendage, skeleton atau rangka, buku atau segmen, larva, planula, perkembangan embrio, dan sebagainya.

b. Tingkatan Takson

Tingkatan takson merupakan tingkatan unit makhluk hidup yang disusun dari tingkat tertinggi ke tingkat paling rendah. Semakin tinggi tingkatan takson, maka anggota pada takson tersebut semakin banyak begitupula sebaliknya. Berikut ini merupakan urutan tingkatan takson dari yang tertinggi ke ternedah beserta penjelasannya

  • Kingdom / Kerajaan atau Regnum / Dunia

Kingdom merupakan takson paling tinggi dengan anggota terbesar. Organisme di bumi di kelompokkan ke dalam beberapa kingdom, yaitu kingdom animalia atau hewan, kingdom plantae atau tumbuhan, kingdom fungi atau jamur, kingdom monera dan kingdom Protista.

Sistem klasifikasi dengan lima kingdom ini digunakan sejak tahun 1970-an sampai abad ke 20 sebelum ilmuwan menyadari bahwa kingdom monera atau prokariota terdiri dari dua macam mikroba, sehingga dipecah menjadi dua kerajaan yaitu Bakteri dan Archaea.

  • Filum atau Divisi

Filum digunakan pada takson hewan sementara divisi digunakan pada takson tumbuhan.

Nama filum digunakan pada kingdom animalia, bakteri, dan archaea. Sementara divisi digunakan pada kingdom platae, fungi dan Protista. Pada kingdom animalia, terdapat beberapa filum yaitu : Chordata, Echidermata, dan Platyhelminthes.

Sementara pada kingdom plantae umumnya nama divisi divisi diakhiri dengan phyta.

  • Classis atau Kelas

Anggota pada filum atau divisi kembali dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Pengelompokkan ini dinamakan classis atau kelas.

  • Ordo atau Bangsa

Ordo merupukan pengelompokkan anggota takson pada setiap kelas berdasarkan ciri-ciri yang lebih khusus

  • Familia atau Suku

Familia atau suku merupakan pengelompokkan anggota takson pada setiap ordo berdasar ciri-ciri tertentu.

Pada hewan, nama familia seringkali menggunakan akhiran ideae, seperti Felidae atau kucing dan Canidae atau anjing.

  • Genus atau marga

Anggota takson pada familia kembali dikelompokkan ke dalam beberapa genus atau marga berdasarkan persamaan ciri-ciri yang lebih khusus.

Kaidah penulisan nama genus, diawali huruf besar pada kata pertama dan dicetak miring atau di garis bawahi.

  • Species

Spesies merupakan tingkatan takson paling rendah dengan anggota yang paling banyak memiliki persamaan ciri. Nama spesies terdiri dari dua kata, kata pertama merujuk nama spesifik, sementara kata kedua menunjukkan jenisnya.

Demikianlah penjelasan mengenai Biosistematika hewan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagian-bagian Sel

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test