Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian Dan Ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

Pengertian Dan Ciri Sistem Pemerintahan Parlementer – Selamat siang readers, apa kabarnya nih?

Semoga baik- baik saja yha! Mengenai sistem pemerintahan parlementer tentunya asyik untuk dibahas yha.

Tapi readers tahu nggak apa itu sistem pemerintahan parlementer, terus cirinya apa aja?

Jika kalian belum mengetahuinya, pilihan bijak sekali kalian mengunjungi website ini.

Karena pada kesempatan kali ini, informasi yang akan dibahas yaitu mengenai sistem pemerintahan parlementer.

Baca Juga : Tahapan dan Proses Pembentukan Badan-Badan Kelengkapan Negara

Okelah, tanpa basa-basi, langsung aja yuk, berikut penjelasan lengkapnya! Simak baik-baik yha!

Apa itu sistem pemerintahan parlementer?

Yang dimaksud dengan sistem pemerintahan parlementer ini yaitu sebuah sistem pemerintahan yang parlemennya berperan penting dalam pemerintahan. Parlemen memiliki wewenang yaitu mengangkat perdana menteri.

Apabila parlemen mengeluarkan mosi tidak percaya, parlemen mampu menjatuhkan pemerintahan.

Dalam sistem pemerintahan parlementer ini presiden tidak memiliki wewenang untuk menjalankan pemerintahan, ia hanya menjadi simbol kepala negara saja.

Pada sistem pemerintahan parlementer, tidak ada pemisah kekuasaan yang jelas antara cabang eksekutif maupun cabang legislatif.

Kelebihan dari sistem pemerintahan semi presidensial yaitu, antara lain: adanya kejelasan mengenai garis tanggung jawab dalam pembuatan dan juga pelaksanaan kebijakan publik; dalam membuat suatu keputusan waktu yang digunakan relatif cepat; kabinet berhati-hati dalam menjalankan pemerintahannya dikarenakan adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet; mudah terjadi penyesuaian pendapat antara legislatif dan eksekutif sehingga pembuat kebijakan dapat ditangani dengan cepat.

Ada kelebihan, maka ada kekurangan. Nah, kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer ini yaitu, antara lain: sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen karena kedudukan badan eksekutif atau kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen; karena sewaktu-waktu dapat bubar, kelangsungan kedudukan badan eksekutif maupun kabinet tidak mampu ditentukan akan berakhir sesuai dengan masa jabatannya ataukah tidak; parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif.

Adapun sistem pemerintahan parlementer ini dianut oleh beberapa negara, seperti: Inggris, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, dan lain-lain.

Apa saja ciri dari sistem pemerintahan parlementer?

Sistem pemerintahan parlementer ini memiliki beberapa ciri, yaitu:

  • Dikepalai oleh seorang perdana menteri yang memiliki kedudukan sebagai kepala pemerintahan, dan seorang presiden atau raja memiliki kedudukan sebagai kepala negara.
  • Kekuasaan eksekutif pada presiden ditunjuk oleh legislatif, untuk raja diseleksi dengan berdasar kepada undang-undang.
  • Dari sistem pemerintahan parlementer ini perdana menteri memiliki hak prerogratif, yaitu hak istimewa yang dapat digunakan untuk mengangkat ataupun memberhentikan menteri-menteri yang memimpin suatu departemen dan juga non-departemen;
  • Menteri-menteri memiliki tanggung jawab hanya kepada kekuasaan legislatif.
  • Kekuasaan eksekutif memiliki tanggung jawab kepada kekuasaan legislatif.
  • Kekuasaan legislatif dapat menjatuhkan kekuasaan eksekutif.

Nah readers, gimana?

Sudah paham kan mengenai apa itu sistem pemerintahan parlementer, dan juga cirinya apa aja. Kalau belum paham, kalian bisa mengulangi dengan membacanya kembali. Sekian dulu yha informasi kali ini.

Semoga informasi kali ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kalian.

Selanjutnya aku bakal ngasih banyak lagi informasi yang bermanfaat buat kalian. Terimakasih telah menyempatkan untuk membaca. Jangan lupa tunggu dan baca artikel lainnya yha. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Baca Juga : Daftar Badan Kerjasama Ekonomi Regional


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test