Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Beberapa Fungsi Imunisasi Untuk Anak

Pengertian dan Beberapa Fungsi Imunisasi Untuk Anak – Di Indonesia imunisasi diwajibkan oleh pemerintah dengan mencanangkan program imunisasi lengkap 2 tahun.

Ada juga beberapa jenis imunisasi yang dilakukan serempak untuk menekan virus tertentu, contohnya imunisasi MR. imunisasi merupakan proses memasukan virus, bakteri, atau zat asing yang sudah dilemahkan kedalam tubuh.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh orang tersebut.

Dengan memberikan virus, bakteri, atau zat asing ketubuh seseorang berguna untuk membentuk antibodi melawan virus itu.

Dan memiliki persentase dua kali lipat tahan terhadap virus, bakteri, atau zat asing tertentu.

Terdapat beberapa cara vaksin masuk kedalam tubuh, diantaranya dengan disuntikan dan dimasukan lewat mulut.

Vaksinasi sangat penting diberikan pada tubuh manusia sebagai bentuk pencegahan, karena bakteri dan virus yang ada saat ini semakin kuat.

Biasanya imunisasi diberikan saat masih balita, karena usia ini sangat rentan terkena virus dan bakteri.

Imunisasi yang ada di Indonesia saat ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu imunisasi wajib program pemerintah atau Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dan imunisasi yang dianjurkan.

Imunisasi PPI merupakan program vaksinasi gratis yang dibiayai pemerintah dan bersifat wajib.

Sedangkan imunisasi yang kedua bersifat anjuran dari dokter anak dan tidak dibiayai pemerintah.

Berikut jenis-jenis imunisasi yang ada di Indonesia, yaitu:

Program Pengembangan Imunisasi (PPI)

Imunisasi jenis ini sifatnya wajib dan semua biaya yang dikeluarkan dibiayai pemerintah.

Tempat yang biasa dijadikan program  vaksinasi ini adalah posyandu, puskesmas, dan fasilitas kesehatan pemerintah lainnya. Berikut jenis vaksinasi yang tersedia:

  • Vaksin BCG

Bacillus Calmette Guerin atau BCG sudah diberikan saat anak baru lahir. Vaksin ini diberikan untuk membantu tubuh membentuk antibodi bakteri tubercolosis.

  • Hepatitis B

Vaksinasi dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis B menyerang organ hati. Biasanya vaksin ini diberikan beberapa kali, pertama pasa saat bayi baru lahir sampai usia 12 jam, dan yang kedua pada saat bayi berumur 1 bulan, lalu saat berumur 6-12 bulan. Setiap pemberian vaksin memiliki jeda minimal selama 4 minggu.

  • Polio

Vaksinasi dilakukan untuk pencegahan terhadap penyakit Poliomyelitis yang bisa menyebabkan kelumpuhan otot tubuh. Imunisasi ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada bayi baru lahir, kemudian saat umur 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Dan akan diberikan kembali pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

  • Difteri, Tetanus, dan Pertuis (DPT)

DPT merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah beberapa penyakit seperti tetanus, difteri, dan pertusis. Saat usia anak-anak penyakit ini sangat mudah menyerang, sehingga perlu diberikan vaksinasi. Imunisasi ini dilakukan berbarengan dengan vaksin Hepatitis B, saat anak berusia dibawah 6 minggu. Kemudian dilanjutkan ketika usia 18 bulan, dan 5 tahun. Biasanya pada usia 12 tahun ada program vaksinasi dari pemerintah yaitu program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

  • Campak

Vaksinasi akan dilakukan ketika anak berusia 9 bulan. Selanjutnya diberikan pada usia 6 tahun saat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi ini dilakukan untuk mencegah penyakit campak (measless). Meskipun seseorang hanya akan sekali terkena penyakit ini selama hidupnya, namun penyakit ini sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian.

Imunisasi yang dianjurkan

Vaksinasi jenis ini hanya berupa anjuran dan tidak wajib. Namun tetap penting dilakukan, karena pada dasarnya semua imunisasi yang dilakukan merupakan bentuk pencegahan terhadap penyakit berbahaya. Berikut beberapa vaksin yang dianjutkan, diantaranya:

  • MMR (Measless, Mumps, Rubella)
  • HiB (Haemophilus Influenza Tipe B)
  • Hepatitis A
  • PCV (Pneumokokus)
  • Influenza
  • Tifoid

Itulah beberapa jenis vaksin yang bersifat wajib dan anjuran. Meskipun begitu vaksinasi wajib diberikan ada buah hati sebagai bentuk pencegahan. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Berikut ini akan dijabarkan mengenai fungsi dasar dari pemberian vaksinasi, diantaranya:

  1. Vaksin dapat memberikan kekebalan dan ketahanan bayi pada penyakit-penyakit tertentu, seperti tetanus, difteri, measless, hepatitis A dan B, TB, dan lainnya.
  2. Mencegah bayi terkena penyakit menular dan berbahaya dari lingkungan.
  3. Menekan angka kematian (morbiditas) untuk penyakit tertentu.
  4. Menekan angka kesakitan (mortalitas) untuk penyakit tertentu.

Jadi sudah mengertikan apa itu vaksi dan fungsinya? Pemberian vaksi pada anak atau diri sendiri sangat penting sebagai bentuk pencegahan melawan penyakit berbahaya. Namun selain itu bermanfaat juga untuk menekan peredaran penyakit tertentu. Karena dengan pemberian vaksin mencegah munculnya lingkuang penyebaran penyakit tertentu seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Lalu tunggu apalagi, cepat lakukan vaksinasi sebelum terlambat.

Baca Juga : Pengertian, Tipe-tipe, Penyebab dan Tanda-tanda Alergi


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test