Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Klasifikasi dan Reproduksi Bryophyta (Lumut)

Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Klasifikasi dan Reproduksi Bryophyta (Lumut) – Pengertian Bryophyta berasal dari dua kata yang saling berkaitan yaitu “bryon” dan “phyta”.

Bryon” mempunyai arti lumut dan “phyta” mempunyai arti tumbuhan. Tumbuhan lumut merupakan keluarga tumbuhan yang hidupnya berada didaratan, tidak mempunyai pembuluh, dan umumnya berukuran kecil (ukurannya dalam mikroskopik atau tidak dapat terlihat tanpa bantuan mikroskop) dan tumbuhan ini mempunyai warna hijau.

Baca Juga : Tata Nama Binomial Nomenklatur

CIRI – CIRI BRYOPHYTA (LUMUT)

Ciri-cirinya adalah:

  • Mempunyai sel banyak dan berbentuk pipih serta tipis. Biasanya melekat pada substrat dengan ukuran ketinggian 1-2cm namun ada pula yang tingginya mencapai 20cm.
  • Sifatnya autotroph.
  • Dinding selnya terbententuk dari adanya selulosa dan tidak memiliki jaringan penguat yang diperkuat oleh lignin seperti jaringan yang terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi.
  • Semua tumbuhan lumut mempunyai persamaan bentuk dalam susunan gametangiumnya (pada anteredium maupun arkegonium) terutama susunan arkegoniumnya.
  • Mempunyai rizoid dan daun tetapi belum mempunyai akar, batang dan daun yang sesungguhnya. Manfaat rizoid adalah untuk melekatkan diri ke substratnya (tempat tumbuhnya) dan dapat menyerap air dan garam-garam mineral (makanan).
  • Pada tumbuhan lumut tidak memiliki alat pembuluh angkut sehingga proses pengangkutan didalam tubuhnya akan menggunakan sel-sel parenkim.
  • Kumpulan habitatnya tumbuh ditempat yang lembab dan basah, kecuali sphaginum yang hidupnya berada didalam air.
  • Lumut dapat tersebar dimana saja, baik di daerah tropik ataupun pada daerah tundra/kutub.
  • Pada tumbuhan lumut pertumbuhannya akan berbentuk memanjang dan tidak tumbuh secara membesar.
  • Hidupnya dilakukan secara berkoloni

STRUKTUR TUBUH BRYOPHYTA (LUMUT)

Ciri-cirinya adalah:

1). Pada bagian batang dan daunnya yang berdiri tegak memiliki susunan yang berbeda-beda. Apabila bagian batang dilihat dari penampang yang melintang, maka akan terlihat bagian-bagian berikut :

  • Selapis sel kulit yang tipis, dan beberapa sel diantaranya berbentuk memanjang dan membentuk rhizoid epidermis
  • Lapisan kulit dibagian dalam tersusun atas beberapa lapisan sel yang dinamakan korteks
  • Silinder pusatnya terdiri dari sel-sel parenkim yang bentuknya memanjang yang berfungsi untuk mengangkut makanan

2). Tumbuhan lumut umunya berukuran setebal satu lapis sel tipis, kecuali pada induk tulang daunnya. Sel-sel daunnya berukuran kecil, sempit, panjang dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala penangkap ikan. Diantaranya adalah sel-sel mati yang berukuran besar dengan penebalan dinding yang didalamnya berbentuk spiral. Sel-sel mati ini berfungsi sebagai tempat persediaan air dan cadangan makanan.

3). Pada bagian ujung batang terdapat titik tumbuh dengan sel pemula dipuncaknya. Sel pemula tersebut biasanya mempunyai bentuk persegi empat dan membentuk sel-sel baru ketiga arah berdasarkan sisinya. Ukurannya yang terbatas kemungkinan disebabkan karena tidak adanya sel berdinding sekunder yang berfungsi sebagai penyokong seperti pada tumbuhan yang mempunyai pembuluh.

4). Rhizoid (bulu-bulu akar), berfungsi sebagai akar yang akan melekatkan diri pada tempat tumbuhnya dan menyerap makanan. Rhizoid terdiri dari deret sel tipis yang berbentuk memanjang dan kadang-kadang dengan bentuk sekat yang tidak sempurna.

KLASIFIKASI BRYOPHYTA (LUMUT)

Bryophyta dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Lumut daun (Musci)

Tumbuhan lumut yang biasanya paling banyak dikenal adalah jenis tumbuhan lumut daun yang kumpulan habitatnya hidup dan berkembang secara merata ditempat yang lembab.

Lumut jenis ini mempunyai rizoid (struktur seperti akar) dan struktur berbentuk seperti daun.

Siklus hidupnya akan mengalami pergantian masa antara haploid dan diploid. Ukuran sporofitnya biasanya berukuran lebih kecil, akan hidup bergantung pada gametofitnya dan biasanya juga berumur pendek atau tidak tumbuh lama.

  1. Lumut Hati (Hepaticeae)

Lumut hati sistim tumbunya terbagi menjadi dua lobus, sehingga tampak seperti lobus pada hati. lumut hati mempunyai cakupan sekitar 6.500 spesies.

Bentuk gametofit pada tumbuhan lumut tersusun dari susunan struktur yang membentuk pola seperti bentuk hati pipih yang biasa disebut dengan talus.

Umumnya tidak terdiferensiasi menjadi akar, batang ataupun daun.

Dalam sporangium tumbuhan lumut hati ini, terdapat elatera (sel yang berbentuk gulungan) yang akan terlepas dari badannya pada saat kapsul terbuka dan membantu memancarkan spora.

  1. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)

Lumut tanduk ini mempunyai bentuk seperti tanduk. Sporofit tumbuhan lumut tanduk biasanya mempunyai rumah berbentuk memanjang bentuknya seperti bentuk tanduk atau kapsul.

Masing-masing mempunyai kloroplas tunggal dengan ukuran besar, bahkan lebih besar dari kebanyakan tumbuhan lumut.

REPRODUKSI BRYOPHYTA (LUMUT)

Proses reproduksi tumbuhan lumut bergantian antara seksual dan aseksualnya.

Reproduksi aseksualnya dengan spora haploid yang prosesnya dibentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi seksualnya dengan cara membentuk gamet-gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang akan terbntuk dalam gametofit.

Demikianlah sedikit pembahasan mengenai pengertian, ciri, struktur tubuh, klarifikasi dan reproduksi bryophyte (lumut) yang sangat menarik untuk dapat diamati.

Semoga dapat menjadikan ilmu yang bermanfaat buat anda….!

Baca Juga : Pengertian, Ciri, dan Beberapa Cabang Biologi

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test