Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri, Komponen dan Fungsi BUMN

Pengertian, Ciri, Komponen dan Fungsi BUMN – BUMN (Badan Usaha Milik Negara) merupakan salah satu badan usaha yang memiliki modal sebagian besar dari Negara dengan melalui penyertaan secara langsung di mana modal tersebut berasal dari kekayaan Negara yang telah di pisahkan hal itu berdasarkan Undang Undang Dasar no 19 tahun 2003.

Keberadaan BUMN sangatlah penting karena sebagai salah satu instrument dalam menjalankan serta mengembangkan perekonomian nasional.

Selain iu BUMN juga tidak sendiri karena bersama-sama dengan pelaku ekonomi lainnya, seperti swasta baik kecel atau besar, domestic maupun asing dan juga koperasi yang merupakan bentuk dari demokrasi yang secara terus menerus di kembangkan.

Baca Juga : Jenis dan Bentuk Pemerintahan Negara di Dunia

Di dalam BUMN, pemerintah sendiri memiliki peranan yang sangat penting sebagai pemegang saham dan besaran saham yang di pegang oleh pemerintah minimal 51%, sedangkan masyarakat juga memiliki peran yang sama sebagai pemegang saham dan mkasimal saham yang di pegang oleh masyarakat sebesar 49 %.

Ciri-ciri BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

  • Pemilik BUMN ialah pemerintah.
  • Pemerintah memiliki kekuasaan yang absolut di dalam menjalankan kegiatan usaha serta menetapkan kebijakan.
  • BUMN sebagai sumber pendapatan Negara dan salah satu penyumbang kas Negara.
  • BUMN merupakan sebuah badan yang mengembangkan perekonomian Negara.
  • Modal BUMN berasal dari kekayaan Negara yang telah di pisahkan serta adapula modal BUMN yang di dapatkan dari bantuan luar negeri.
  • Didirikan nya BUMN guna mencari keuntungan bukan di tunjukan dalam mencari keuntungan yang besar dengan modal kecil. Karena keuntungan dari BUMN sebagian besar di manfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
  • Saham BUMN di pegang pemerintah sebesar 51 % sedangkan masyarakat memegang saham BUMN sebesar 49 %.
  • Jika ada resiko yang mungkin terjadi maka pemerintah yang bertanggung jawab.

Komponen-komponen BUMN

BUMN memiliki dua bentuk berdasarkan UU Republik Indonesia no 19 tahun 2003 mengenai BUMN yaitu Persero (Badan Usaha Perseroan) dan Perum (Badan Usaha Umum).

  1. Persero (Badan Usaha Perseroan)

Persero merupakan salah satu dari jenis BUMN dalam bentuk perseroan terbatas. Di mana modalnya di bagi dengan sahan yang sebagian besar saham tersebut di pegang oleh pemeritah minimal 51 % yang memiliki tujuan untuk mendapatakan keuntungan.

Perseron terbatas ialah suatu badan hokum yang bisa mempunyai harta kekayaan, mengadakan hutang piutang, menandatangi perjanjian serta mempunyai kewajiban dan hak seperti orang-orang pribadi

Contoh dari persero ialah PT Kimia Farma, PT Pertamina dan lain sebagianya. Persero juga mempunyai ciri-ciri dan tujuan yaitu:

Ciri-ciri

  • memiliki modal dalam bentuk saham
  • karyawan nya berstatus sebagai pegawai negari
  • di pimpin oleh direksi
  • hubungan usahanya di atur dalam hukum perdata
  • pendiriannya atas usul dari pemerintah
  • tidak mendapatkan fasilitas dari Negara
  • seluruh modal atau sebagian besar dari kekayaan Negara
  • didalam pembentukanya persero di lakukan oleh menteri yang telah ada di peraturan perundang-undangan

Tujuan

  • Mengejar keuntungan untuk meningkatkan badan usaha tersebut.
  • Menyediakan jasa dan juga barang yang berkualitas tinggi
  1. Perum (Badan Usaha Umum)

Perum merupakan salah satu jenis BUMN di mana modalnya di miliki oleh pemerintah dan bukan dalam bentuk saham seperti contohnya Perum Balai Pustaka, Pegadaian dan lain sebagainya.

Tujuan adanya Perum ialah untuk kepentingan umum yang menyediakan barang dan jasa yang sangat berkualitas dengan harga yang bisa di jangka oleh masyarakat luas serta mempuntai prinsip pengelolaan badan usaha yang sehat dan bersih.

Ciri-ciri Perum

  • Di pimpin oleh direktur/direksi
  • Karyawannya adalah pegawai dari perusahaan swasta
  • Menambah pendapatan Negara
  • Modal dari kekeyaan negara yang terpisah
  • Secara umum di bentuk untuk melayani kepentingan masyarakat.

Fungsi BUMN

  • Sebagai instrument pemerintahan yang berguna dalam membatu untuk penataan ekonomi Negara.
  • Sebagai penyedia barang yang tidak di sediakan oleh swasta.
  • Mengelola cabang-cabang produksi sumber dayang yang dapat di manfaatkan untuk kepentingan umum.
  • Membuka lapangan pekerjaan.
  • Sebagai penghasil devisa Negara

Baca Juga : Pengertian dan Tujuan Kebijakan Kebijakan Moneter


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test