Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Morfologi Ascidian

Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Morfologi Ascidian – Ascidian merupakan nama dari kelompok hewan yang termasuk dalam kelas Ascidiaceae dan paling mendominasi dalam subfilum urochardata.

Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya mengenai Ascidian.

Pengertian Ascidian

Ascidian merupakan kelompok hewan yang menyusun sebagian besar subfilum Urochordata dari filum Chordata pada kelas Ascidiacea.

Bebeda dari jenis hewan chordata lain, subfilum urochordate memiliki tali syaraf dan natachord sehingga urochordate termasuk jenis hewan invertabrata.

Baca Juga : Pengertian Dan Fungsi Cagar Alam Dan Suaka Margasatwa

Urochordate sendiri terdiri dari empat kelas, selain Ascidian atau disebut juga Ascidiacea, adapula kelas Thaliacea, Appendicularia, dan Sorbreacea. Diantara 3 kelas lainnya, Ascidian merupakan kelas terbesar dan yang paling beragam.

Ascidian dapat ditemukan pada hampir sebagian besar perairan laut. Ascidian dapat hidup pada suhu yang beragam, mulai dari perairan subtropis, perairan tropis, bahkan perairan dingin seperti di Antartika.

Ascidian juga dapat hidup pada perairan bersih maupun pada perairan yang tercemar berat.

Ascidian termasuk jenis hewan invertebrata yang banyak menghasilkan senyawa bioaktif.

Senyawa bioaktif ini untukfarmokologi sehingga Ascidian dapat berasosiasi dengan mikroba fotosintetik dan berpotensi memiliki melekular besar, karena adanya kandungan metabolit sekunder .

Metabolit sekunder yang merupakan bagian dari substansi bioaktif ini berperan sebagai pertahanan diri dari organisme yang memproduksi, juga berguna bagi kehidupan manusia yaitu sebagai anti kanker.

Ascidian juga dimanfaatkan sebagai penyaring pada perairan dari bahan pencemar seperti bakteri dan logam berat.

Kemampuan beberapa jenis Ascidian dalam penyaringan bahan tercemar pada perairan, seperti vanadium maupun logam berat lainnya merupakan bentuk keanehan fisiologi yang membuat Ascidian berbeda dengan sebagian besar hewan lain.

Ciri-ciri Ascidian

Berikut ini merupakan ciri-ciri dari Ascidian, beserta tahapan menjadi ascidian dewasa  :

  • Ascidian tergolong biota hermafrodit, atau dalam satu individu dapat menghasilkan sel telur dan sel sperma.
  • Pada fase larva, Ascidian memiliki nueral tube dan notochord, namun memasuki fase dewasa nueral tube dan notochord akan menghilang.
  • Ascidian melepas sel sperma di luar tubuh atau di perairan terbuka.
  • Beberapa sel telur juga dilepaskan di luar tubuh, agar mengalami pembuahan eksternal.Setelah terjadinya pembuahan eksternal, maka sel telur yang dibuahi akan mengalami perkembangan menjadi tadpole atau larva dari ascidian.Tadpole kemudian mengalami free swimming dengan menggunakan tali syaraf (neural tube) dan notochord.
  • Selain pembuahan eksternal, Ascidian juga mengalami pembuahan internal. Pada pembuahan internal sel telur yang dibuahi akan dierami sampai berkembang menjadi tadpole. Setelah berubah menjadi tadpole, maka tadpole akan dilepaskan dan dalam beberapa jam tadpole akan berubah bentuk menjadi Ascidian. Ascidian akan menempati dasar perairan dan dengan cepat akan kehilangan tali syaraf dan notochord.

Klasifikasi dan Morfologi Ascidian

  • Kingdom / Kerajaan : Animalia(Hewan)
  • Filum / Divisi : Chordata,merupakan kelompok hewan yang termasuk vertebrata namun beberapa hewan lebih mirip invertebrata karena ciri-cirinya
  • Subfillum / Sub Divisi : Urochordata atau umumnya disebut Tunicata. Sebagian besar hewan yang termasuk subfilum ini merupakan hewan laut yang diam atau menempel.
  • Classis / Kelas : Ascidiaceae
  • Ordo / Bangsa : Aplousobranchiata
  • Familia / Kerabat : Didemnidae
  • Genus / Marga : Didemnum
  • Species / Spesies : Didemnum sp.

Spesies Didemnum sp. dapat ditemukan di perairan pasifik barat Indonesia, dengan kriteria khusus berupa perairan berkedalaman 1 sampai 20 m, memiliki suhu antara 24 hingga 280 derajat celcius, salinitas antara 34,108 hingga 35,284 ppm dan memiliki kadar antara 4,483 sampai 4,664 mL/L.

Secara umum, Spesies Didemnum sp. dapat bertahan hidup antara suhu -50 hingga 300 derajat Celcius dengan salinitas yang berada di atas 26 ppm.

Didemnum sp. melakukan pertahan kimia dengan menghasilkan metabolit sekunder lalu menyebarkannya ke seluruh tubuh.

Pertahanan fisik spesies Didemnum sp. yang paling dapat diamati adalah dengan mengeluarkan lendir saat individu merasa terancam akan keberadaan predator.

Umumnya, predator dari Didemnum sp adalah cacing pipih, bintang laut, kepiting, gastropoda dan ikan.

Itulah ulasan mengenai Ascidian, mulai dari pengertian, ciri klasifikasi dan morfologinya. Semoga informasi yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat bagi anda.

Baca juga : Tata Nama Binomial Nomenklatur


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 Frontier Theme