Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri, Karakteristik dan Contoh Batu Bekuan Dalam

Pengertian, Ciri, Karakteristik dan Contoh Batu Bekuan Dalam – Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa batuan beku atau yang memiliki nama latin batuan igneus merupakan salah satu jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mengeras yang sebelumnya telah terjadi pengkistalan ketika magma tersebut keluar dari perut bumi.

Sebenarnya batuan beku terbagi atas dua jenis yakni batuan beku luar atau ekstrusif dan batuan beku dalam atau intrusif

Batuan beku tersebut dibedakan berdasarkan aktu terjadinya magma ketika mengeras, seperti batuan beku luar yang terjadi ketika magma keluar dari perut bumi, sedangkan batuan beku dalam atau intrusif terjadi ketika magma tidak berhasil keluar dari dalam perut bumi.

Untuk devinisi batuan beku dalam atau intrusif merupakan batuan beku yang pembentukannya terjadi akibat magma yang tidak berhasil keluar ke permukaan bumi, dan proses terjadinya membutuhkan waktu yang sangat lama, karena batuan beku dalam atau yang disebut dengan beku plutonis terjadi dalam kurun waktu yang sangat lambat sehingga dapat menghasilkan bentuk kristal yang besar.

Dalam proses terjadinya batuan beku dalam (intrusif) terjadi jauh dibawah permukaan bumi, yakni dengan kedalaman sekitar 12-50 km, selain itu kandungan dari batuan beku dalam tersebut hanyalah kristal saja.

Selain itu antara batuan beku dalam dan batuan luar memiliki perbedaan yang signifikan karena batuan tersebut diproses dengan berbandingan waktu yang berbeda seperti batuan beku dalam yang waktunya sangat lambat, sehingga memiliki ciri-ciri dan karakteristik sebagai berikut:

  1. Batuan beku dalam memiliki ukuran yang besar-besar
  2. Batuan beku dalam mempunyai struktur holokristalin, dimana semua komposisi dari batuan beku tersusun oleh kristal yang sempurna.
  3. Permukaan batuan beku dalam mempunyai permukaan yang kasar jika dibandingkan dengan batuan beku luar.
  4. Tidak terdapat lubang pada bagian tubuh batuan
  5. Memiliki sifat masif atau pejal
  6. Berlapis lapis seperti batuan beku lainnya

Selain ciri-ciri tersebut, batuan beku dalam memiliki struktur lapisan berdasarkan kedudukannya yang terbagi atas dua bagian yaitu konkordan dan diskordan :

  1. Konkordan merupakan bagian tubuh dari batuan beku dalam yang sejajar dengan lapisan batuan di sekitarnya serta konkordan juga mempunya 4 bentuk, yaitu sill, lapolith, laccolith dan paccolith.
  2. Diskordan ialah lapisan dari batuan beku yang memiliki lapisan namun lapisan tersebut terpotong dibagian atasnya, bentuk dari diskordan ada 3 macam yakni batolith, dyke dan juga stock.

Contoh batuan beku dalam

Berdasarkan ciri-cirinya yang telah disebutkan batuan beku dalam memilii beberapa contoh yang bisa ditemukan seperti  batuan granit, gabbro, diorite, peridotit serta pragmatite

  1. Batuan beku granit

Batuan beku dalam yang bernama batuan granit sering kali dimanfaatkan oleh masyarakat, karena jenis batuan tersebut banyak dicari sebagai batuan dimensi yakni memiliki bentuk seperti lembaran yang tebal atau balok dengan panjang dan lebar tertentu.

Selain itu batuan beku grait mempunyai kualitas yang sangat baik dan banyak dimanfaatkan dibidang kontruksi

  1. Batuan beku gabbro

Batuan gabbro mempunya permukaan yang kasar dengan warna didominasi warna gelap yang berisi piriksesn, olivin atau fieldspar. Batuan beku gabbro mempunyai kandungan seperti kromium, kobalt, nikel, emas, perak platinum serta tembaga sulfida. Batuan beku jenis ini banyak dimanfaatkan untuk batu nisan, ornamen, paving block dan batu hias.

  1. Batuan beku diorite

Batuan diorite memiliki sifat asam, sehingga dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk pengeras jalanan, ornamen dinding serta pondasi bangunan.

Batuan beku diorite hampir mirip dengan batuan beku grabbro hanya saja yang membedakan sifat asamnya. Batuan jenis ini banyak ditemukan di jawa tengah, pemalang dan banjarnegara.

  1. Batuan beku peridotite

Peridotit adalah jenis batuan intrusif yang mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi karena salah satu dari batuan induk yang menghasilkan bjih nikel.

Batuan ini bersifat sangat basa dan tersusun dari unsur olivin dan piroksen.

Batuanjenis ini memiliki ukuran kristal yang sangat besar-besar, serta mempunyai warna gelap kehijauan dan permukaannnya sangat kasar. Batuan beku dalam peridotite juga mengandung mineral amphibole, kuarsa, fieldspar serta piroksen.

  1. Batuan beku pegmatite

Batuan beku ini sangat unik karena mampu mengalami metaforfosis, dan termasuk kedalam batuan beku malihan.

Cari dari batuan beku ini ialah warna nya yang terang serta permukaannya yang kasar dan mengandung banyak mineral langka seperti logam ringan dan logam berat, batuan mulia seperti rubu dan lain sebagainya serta unsur-unsur langka lainnya.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, Proses Pembentukan dan Sifat Batuan Beku Bumi

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test