Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri dan Proses Terbentuknya batuan Malihan (Metamorf)

Pengertian, Ciri dan Proses Terbentuknya batuan Malihan (Metamorf). Batuan Malihan atau yang dikenal juga dengan batuan metamorf merupakan jenis batuan yang terbentuk dari perubahan jenis batuan yang telah ada.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Batuan Malihan, mulai dari pengertian, ciri dan proses terbentuknya. Berikut penjelasannya.

Pengertian Batuan Malihan

Menurut bahasa, metamorf berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata Meta dan Morph. Meta memilki arti berubah, sementara morph berarti bentuk.

Baca Juga : Pengertian, Jenis dan Proses Terjadinya Gempa Bumi

Sesuai dengan namanya, batuan metamorf merupakan jenis batuan yang berasal dari hasil tranformasi atau perubahan dari suatu jenis batu yang sebelumnya telah ada. Batuan metamorf terbentuk karena adanya metamorfisme yang memiliki arti perubahan bentuk.

Batuan asal atau disebut protolith yang memiliki suhu lebih dari 150 derajat celcius dan memiliki tekanan yang sangat ekstrim, akan mengalami perubahan fisika atau perubahan kimia yang lebih besar.

Protolith dapat berupa batuan beku, batuan metamorf yang lebih tua, maupun batuan sedimen.

Batuan metamorf atau disebut juga batuan malihan dapat terbentuk pula melalui batuan yang dipanaskan dari intrusi batuan cair dan panas atau dianggap magma. Batuan malihan dapat membentuk bagian besar pada kerak bumi dan digolongkan berdasarkan strukturnya.

Ciri Batuan Malihan

a. Warna Batuan Malihan

Warna batuan malihan sangat beragam, sesuai dengan batuan sebelumnya dan penyebab perubahan. Berikut ini beberapa warna dari batuan malihan :

  • Feldspar, merupakan jenis batu malihan dengan belahan, apabila belahannya tegak lurus maka warnanya merah daging atau disebut juga ortoklas, sementara jika belahannya menyerupai kristal kembar maka warnanya putih atau abu-abu dan biasanya disebut plagioklas
  • Kwarsa, merupakan jenis batu malihan dengan warna putih susu atau putih jernih, dan tidak memiliki belahan
  • Mika, merupakan jenis batu malihan dengan belahan, apabila warnanya putih maka disebut musvokit, sementara jika warnanya hitam disebut biotit

b. Tekstur Batuan Malihan

Penilaian tekstur berhubungan dengan bentuk, susunan dan ukuran dari butir mineral yang ada pada batuan tersebut. Berikut ini tekstur batuan malihan yang paling sering ditemui :

  • Kristaloblastik, merupakan tekstur batuan malihan dengan mineral yang telah mengalami kristalisasi, kemudian kembali mengalami kristalisasi saat menjadi batuan malihan
  • Relik, merupakan tekstur batuan malihan yang masih terlihat seperti tektur batuan asalnya.

c. Struktur Batuan Malihan

Secara umum, terdapat dua jenis struktur dari batuan malihan, yaitu :

  • Foliasi, merupakan struktur batuan dengan adanya lapisan-lapisan yang membentuk menyerupai belahan dan merupakan penjajaran dari mineral penyusunnya.
  • Non-foliasi, merupakan struktur batuan yang tidak memiliki lapisan-lapisan sehingga tidak terlihat sebagai penjajaran dari komposisi mineral penyusunnya.

d. Komposisi Mineral Penyusun Batuan Malihan

Mineral penyusun batuan malihan disebut dengan mineral metamorfik. Mineral ini terbentuk melalui perubahan suhu dan tekanan yang tinggi.

Beberapa  mineral yang ikut terlibat dalam proses metamorfisme disebut sebagai mineral indeks.

Contoh dari mineral indeks seperti kyanit, andalusi, stauroli, silimanit dan beberapa garnet.

Beberapa mineral yang dapat ditemukan pada batuan malihan namun tidak terlibat dalam proses metamosfisme adalah mika, kwarsa, amphibol, piroksen, dan olivine.

e. Bentuk Kristal Batuan Malihan

Secara garis besar bentuk kristal batuan malihan di kelompokkan menjadi 3 jenis yaitu :

  • Anhedral, merupakan kristal yang dibatasi oleh bidang-bidang kristal secara tidak teratur
  • Euhedral, merupakan kristal yang berbentuk sempurna dan dibatasi oleh bidang-bidang kristal secara jelas dan teratur.
  • Subhedral, merupakan kristal yang dibatasi bidang-bidang kristal dengan sebagian teratur dan sebagian tidak teratur.

Proses Terbentuknya Batuan Malihan

Magma mengalami pendinginan dan membeku membentuk batuan beku. Batuan beku akan mengalami proses pelapukan dan erosi sehingga partikel-pertikelnya akan terbawa oleh air, es atau angin ke tempat lain sehingga terjadinya penumpukan dan akan mengalami sedimentasi atau pengendapan.

Sedimentasi akan membentuk batuan sedimen dengan beberapa batuan beku yang langsung menjadi batuan malihan.

Beberapa batuan sedimen lain akan berubah menjadi batuan malihan karena adanya peningkatan tekanan, suhu maupun aktivitas kimia.

Batuan malihan kemudia mendekati lapisan astenosfer dan berubah kembali menjadi magma baru.

Demikianlah pembahasan mengenai batu malihan dari pengertian, ciri dan proses terbentuknya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi anda.

Baca Juga : Pengertian, Jenis dan Penyebab Pasang Surut Air Laut

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test