Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri Dan Jenis-Jenis Konjungsi (Kata Penghubung)

Pengertian, Ciri Dan Jenis-Jenis Konjungsi (Kata Penghubung) – Selamat siang readers, apa kabarnya nih?

Semoga baik- baik saja yha!

Mengenai kata penghubung tentunya asyik untuk dibahas yha. Tapi readers tahu nggak apa itu kata penghubung, ciri dan jenisnya apa saja?

Jika kalian belum mengetahuinya, pilihan bijak sekali kalian mengunjungi website ini. Karena pada kesempatan kali ini, informasi yang akan dibahas yaitu mengenai kata penghubung.

Baca Juga : Pengertian, Ciri, Struktur Dan Jenis Cerpen

Okelah, tanpa basa-basi, langsung aja yuk, berikut penjelasan lengkapnya! Simak baik-baik yha!

Apa yang dimaksud dengan konjungsi (kata penghubung)?

Yang dimaksud dengan konjungsi atau kata hubung yaitu kata yang memiliki fungsi sebagai penghubung antara satu kata dengan kata lainnya, klausa dengan klausa lainya, serta kalimat dengan kalimat lainnya.

konjungsi (kata penghubung) sendiri digunakan dengan tujuan agar kalimat yang dihasilkan koheren.

Maksud dari koheren disini yaitu suatu kalimat yang enak didengarkan dan juga dibaca dari segi bahasa.

Ciri Konjungsi (kata penghubung)

  • Letaknya berada di tengah apabila menghubungkan antar kata.
  • Apabila mengubungkan antar kalimat diikuti koma.
  • Memiliki subjek yang sama baik ketika menghubungkan antar kata atau antar kalimat.

Jenis-jenis konjungsi (kata penghubung)

Jenis konjungsi (kata penghubung) dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Konjungsi (kata hubung) koordinatif

Kata penghubung jenis ini adalah kata penghubung yang memiliki fungsi untuk menghubungkan antara kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan juga kalimat dengan kalimat, dimana kata, klausa, atau kalimat yang dihubungkan memiliki kedudukan yang sama. Konjungsi (kata hubung) koordinatif yaitu:

  • Yaitu konjungsi (kata penghubung) yang menandakan hubungan penambahan antar dua buah kalimat. Contoh: kakak dan adik duduk di kursi.
  • Yaitu konjungsi (kata penghubung) yang dapat digunakan sebagi pendamping kalimat. Contoh: aku membeli gula, garam, serta lada di warung.
  • Yaitu kata penghubung yang menunjukkan informasi yang kontra. Contoh: aku pergi ke Semarang naik motor, tetapi lupa tidak membawa STNK.
  • Yaitu konjungsi (kata penghubung) yang dapat digunakan untuk menandakan urutan peristiwa. Contoh: aku membeli makan sesudah hujan reda.
  • Yaitu konjungsi (kata penghubung) yang digunakan untuk menandakan sebab akibat. Contoh: jika aku mendapat uang maka aku membeli parfum.
  • Yaitu konjungsi (kata penghubung) yang dapat digunakan untuk menghubungkan akibat. Contoh: aku memakai payung agar tidak kehujanan.
  • Yaitu konjungsi (kata penghubung) yang digunakan hampir sama dengan ‘agar’. Contoh: adik membersihkan kamar supaya terlihat rapi.
  • Yaitu konjungsi (kata penghubung) yang dapat digunakan untuk menghubungkan kejadiaan di satu waktu yang sama. Contoh: aku mengambil foto bersama temanku ketika di pantai.
  1. Konjungsi (kata penghubung) subordinatif

Konjungsi (kata penghubung) subordinatif ini yaitu konjungsi (kata penghubung) yang memiliki fungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan juga kalimat dengan kalimat, dimana kata, klausa, dan kalimat yang dihubungkan memiliki kedudukan yang tidak sama. Konjungsi (kata penghubung) subordinatif, yaitu:

  • Contoh: mereka sudah tiba di sekolah sejak pukul 06.30.
  • Contoh: sewaktu kecil aku suka minum susu.
  • Contoh: Aku sarapan sebelum pergi ke sekolah.
  • Contoh: aku membaca sambil mendengarkan musik.
  • Contoh: aku suka memakan makanan yang masih hangat.
  • Contoh: Aku minum obat supaya sembuh.
  • Contoh: Ayah akan bangga andaikan saya mendapat peringkat satu.
  • Seakan-akan. Contoh: ia sombong seakan-akan orang paling kaya.
  • Contoh: aku pergi ke Bali dengan pacarku.
  • Contoh: saya bersumpah bahwa saya tidak mencuri.
  • …dengan. contohnya: baju itu sama bagusnya dengan yang ini.

Nah readers, gimana?

Sudah paham kan mengenai konjungsi (kata peghubung). Kalau belum paham, kalian bisa mengulangi dengan membacanya kembali. Sekian dulu yha informasi kali ini.

Semoga informasi kali ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan kalian. Terimakasih telah menyempatkan untuk membaca.

Jangan lupa tunggu dan baca artikel lainnya yha. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Baca Juga : Pengertian, Ciri Dan Jenis-Jenis Kata Kerja (Verba)

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test