Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri dan Fungsi Jaringan Ikat

Pengertian, Ciri dan Fungsi Jaringan Ikat – Ritaelfianis.com – Setiap organ tubuh manusia dan hewan tersusun oleh beberapa jaringan yang memiliki karakteristik, ciri dan fungsi yang berbeda-beda.

Contoh dari jaringan yang menyusun organ tubuh seperti jaringan epitel, jaringan otot, jaringan syaraf, dan jaringan ikat.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai jaringan ikat atau yang sering pula disebut dengan jaringan penyokong atau jaringan penunjang.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Proses Terbentuknya Eritrosit

Pengertian, Ciri dan Fungsi Jaringan Ikat

Jaringan Ikat merupakan jaringan yang bertugas mengikat serta menyokong bagian jaringan maupun organ lain.

Jaringan ini tersusun oleh sel dalam matriks ekstraseluler yang tersebar dan merupakan hasil perkembangan dari mesenkim yang berasal dari mesoderm (lapisan tengah pada embrio).

Jaringan ikat tersusun oleh dua komponen dasar yaitu matriks dan sel-sel jaringan.

Matriks merupakan materi dasar untuk melekatkan jaringan-jaringan lain. Matriks tersusun oleh 4 bagian utama, yaitu :

  1. Serat Kolagen yang bersifat tidak elastis dan sangat kuat. Terletak pada jaringan antara tulang atau tendon dan jaringan antara kulit dan tulang.
  2. Serat Elastis yang memiliki kelenturan tinggi dan terletak di sekitar pembuluh darah, ligamen dan selaput tulang rawan.
  3. Serat Retikuler yang sifatnya kurang elastis, tipis dan bercabang. Terletak di hati, limpa serta kelenjar limfe.
  4. Bahan dasar, yang sifatnya lentur apabila asam hialuronatnya tinggi dan menjadi kaku apabila mukopolikasaridanya tinggi. Teletak pada tulang punggung maupun sendi.

Selain tersusun oleh matriks, jaringan ikat juga tersusun dari beberapa sel jaringan yang memiliki jenis dan fungsi yang beragam. Sel-sel jaringan tersebut antara lain:

  1. Fibrolas yang merupakan sel dengan bentuk serat dan memiliki fungsi untuk mensekresi kelebihan protein.
  2. Sel Makrofag yang merupakan sel dengan bentuk tidak teratur dan berfungsi sebagai proses fagositesis dan pinositosis. Fagositosis adalah proses memakan sel yang sudah mati dan tidak berguna sedangkan pinositosis adalah proses meminum cairan yang merupakan zat-zat sisa atau buangan.
  3. Sel tiang yang berfungsi sebagai pembentuk dan penyimpan jaringan lemak.
  4. Sel Plasma atau sel darah putih yang merupakan sel dengan bentuk tidak teratur dan memiliki fungsi untuk melawan patogen seperti bakteri, virus maupun protozoa. Sel ini banyak ditemukan dalam saluran pernapasan dan organ pencernaan.

Adapun ciri-ciri dari jaringan ikat adalah sebagai berikut :

  • Apabila hanya berhubungan dengan ujung protoplasma, letak sel jaringan ikat tidak berimpit.
  • Jaringan ikat dipisahkan oleh sebagian besar zat ektra seluler atau matriks.
  • Pada jaringan ikat, matriks mengelilingi sel-sel jaringan dan tersebar berupa serat mikrospis yang bentuknya seperti benang.
  • Jaringan ikat tersusun oleh sel yang teratur, memiliki sitoplasma yang bergranula dan inti sel yang bergelembung.

Sementara itu, selain berfungsi sebagai penyokong organ maupun bagian jaringan lain, Jaringan ikat juga memiliki beberapa fungsi lain yaitu :

  • Melindungi beberapa jaringan dan bagian organ dalam tubuh seperti hati dan limfa
  • Mengangkut oksigen dan makanan dari suatu jaringan serta mengangkut sisa metabolisme.
  • Menghasilkan sistem imun atau kekebalan
  • Menyusun sirkulasi darah
  • Penyimpanan cadangan makanan dan energi
  • Mengisi rongga pada organ
  • Membentuk tubuh

Berdasarkan karakteristik, ciri serta fungsinya, jaringan ikat dapat dibedakan menjadi 7 macam jaringan. Adapun fungsi dari 7 macam jaringan ikat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Jaringan ikat longgar berfungsi sebagai pembentuk organ dalam dan menghubungkan elemen dari jaringan lain. Jaringan
  2. Jaringan tulang berfungsi sebagai penyokong tubuh, pelindung organ dalam dan alat gerak.
  3. Jaringan ikat padat berfungsi sebagai penghubung satu organ dengan organ lainnya.
  4. Jaringan limfe berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh dan mengangkut zat-zat ke pembuluh darah.
  5. Jaingan lemak yang memiliki fungsi sebagai penyimpan cadangan lemak.
  6. Jaringan darah yang memiliki fungsi sebagai media yang membawa oksigen, hormon, sari-sari makanan dan sisa metabolisme serta berfungsi untuk mencegah adanya infeksi.
  7. Jaringan tulang rawan yang berfungsi dalam pergerakan, perlindungan dan proteksi pada rangka maupun organ.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian, Ciri dan Fungsi Jaringan Ikat. Semoga penjelasan ini cukup lengkap sehingga dapat  membantu dalam memberikan wawasan yang lebih luas mengenai jaringan yang ada pada tubuh manusia dan hewan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian dan Peranan Sirkulasi (Sistem Peredaran Darah pada Manusia)

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test