Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Bentuk dan Ciri Stratifikasi

Pengertian, Bentuk dan Ciri Stratifikasi. Stratifikasi dapat diartikan sebagai sebuah tingkatan dalam suatu sistem.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai Pengertian, Bentuk dan Ciri Stratifikasi, utamanya pada stratifikasi sosial.

Pengertian Stratifikasi

Stratifikasi berasal dari bahasa latin, yaitu stratum yang memiliki arti tingkatan. Secara harfiah, stratifikasi memilki artian sebagai tingkatan yang ada pada masyarakat dalam kehidupan sosial.

Stratifikasi sosial dapat diartikan sebagai pemisahan masyarakat dalam kelompok-kelompok tertentu berdasarkan kriteria maupun sifatnya.

Baca Juga : Pengertian, Bentuk, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas

Stratifikasi sosial berdasar kriteria adalah bentuk pengelompokan masyarakat berdasar status sosial dalam kehidupan masyarakat.

Staratifikasi sosial menempatkan kelompok maupun individu berdasarkan tingkatan yang berbeda atau secara hierarki.

Dalam hal ini memiliki artian bahwa kelompok atau individu dengan kedudukan lebih tinggi dianggap lebih baik dibandingkan lainnya. Stratifikasi seringkali disebut juga dengan Pelapisan Sosial

Bentuk Stratifikasi

Secara umun, bentuk stratifikasi sosial digolongkon menjadi 3 yaitu :

1. Stratifikasi Sosial berdasarkan Kriteria Ekonomi

Stratifikasi sosial menurut kondisi ini dapat membentuk beberapa lapisan dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki.

Staratifikasi jenis ini bersifat terbuka, sehingga perpindahan kelas terjadi dengan mudah sesuai dengan kemampun maupun usaha seseorang.

Berikut pendapat para ahli mengenai startifikasi sosial berdasarkan kriteria ekonomi :

1). Aristoteles

Aristoteles menggolongkan status sosial ke dalam tiga kelompok yaitu :

  • Golongan sangat kaya, merupakan golongan paling kecil yang ada di masyarakat. Golongan ini terdiri dari dari bangsawan dan pengusaha besar
  • Golongan kaya, terdiri dari mereka dengan pekerjaan yang berpengaruh seperti, dokter, pengacara, jaksa dan sebagainya. Golongan ini cukup banyak di lapisan masyarakat
  • Golongan Miskin, terdiri dari mereka yang memiliki penghasilan rendah dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Merupakan golongan dengan total paling banyak secara internasional

2). Karl Marx

Karl Marx menggolongan status sosial ke dalam 3 golongan yaitu :

  • Golongan borjuis atau golongan kapitalis, merupakan golongan yang menguasai alat produksi dan tanah.
  • Golongan menengah, merupakan golongan yang dapat menggunakan alat produksi dan tanah, namun bukan sebagai pemilik. Contohnya seperti pegawai pemerintah. Golongan menengah merupakan pembela dari golongan kapitalis, sehingga tak jarang golongan menengah ikut dimasukkan ke golongan kapitalis
  • Golongan Protelar, merupakan golongan yang tidak memiliki dan tidak menguasai tanah maupun alat produksi.

2. Stratifikasi Sosial berdasarkan Kriteria Sosial.

Pengelompokan stratifikasi ini berdasar dengan bidang-bidang khusus. Pengelompokan tersebut sebagai berikut :

1). Berdasarkan Tingkat Pendidikan

  • Pendidikan sangat tinggi, seperti doctor dan professor
  • Pendidikan tinggi, seperti sarjana dan mahasiswa
  • Pendidikan menengah, seperti lulusan Sekolah Menengah Atas
  • Pendidikan Rendah, seperti lulusan SMP atau lulusan SD
  • Tidak berpendidikan atau buta huruf

2). Berdasarkan pekerjaan atau bidang keahlian

  • Elit, merupakan kelompok yang sangat berhasil pada bidangnya, dikenal secara luas dan sangat di hargai dalam lingkungan masyarakat.
  • Professional, merupakan kelompok yang memiliki gelar pendidikan dan berhasil pada bidang yang ia tekuni
  • Semi Professional, merupakan kelompok yang memiliki kemampuan namun tidak berhasil mendapat gelar. Contohnya, teknisi berpendidikan menegah
  • Tenaga terampil, merupakan kelompok dengan kemampuan mekanik yang baik, seperti tukang jahit dan tukang pangkas rambut.
  • Tenaga Semi Terampil, merupakan kelompok dengan pekerjaan di perusahaan atau pabrik yang tidak membutuhkan keterampilan khusus. Contohnya pelayan restoran
  • Tenaga Tidak terlatih, merupakan kelompok tidak terdidik, seperti Asisten Rumah Tangga, Penyapu Jalan, dan Tukang Kebun.

3. Stratifikasi Sosial berdasarkan Kriteria Politik

Penggolongan stratifikasi ini memiliki keterkaitan erat dengan kekuasaan yang dimiliki pada lapisan masyarakat.

Ada dua pihak di lapisan masyarakat yakni pihan yang menguasai dan pihak yang dikuasai.

Bentuk kekuasaan pada masyarakat memiliki pola yang beragam. Bentuk dan sistem ini disesuaikan dengan perilaku, kebiasaan, dan adat istiadat yang ada dan berlaku di lingkungan tersebut

Ciri Stratifikasi

  • Adanya perbedaan peran dan status pada lingkungan masyarakat
  • Adanya ditribusi atau persebaran hak dan kewajiban
  • Terdapat suatu sistem simbol dalam status sosial yang berlaku di lingkungan tersebut
  • Ada perbedaan pola interaksi yang terjadi di setiap kelompok
  • Adanya perbedaan gaya hidup di setiap kelompok
  • Ada perbedaan kemampuan di masing-masing kelompok.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian, Bentuk dan Ciri Startifikasi, khususnya Stratifikasi yang terjadi pada masyarakat atau Startifikasi Sosial. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan dapat bermafaat bagi anda.

Baca Juga : Pengertian, Faktor, Bentuk dan Ciri dari Masyarakat Multikultural

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test