Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, bagian-bagian, Jenis dan Proses Pembentukan Sungai

Pengertian, bagian-bagian, Jenis dan Proses Pembentukan SungaiRitaelfianis.com – Sungai meruapakan salah satu bagian yang ada di permukaan bumi yang terletak lebih rendah dari pada permukaan tas yang ada di sekitar nya dan menjadi tempat mengalirnya air menuju laut, rawa maupun danau.

Sungai sangat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari karen sungat dapat menunjang kehidupan manusia baik yang ada di kota maupun yang ada di pedesaan.

Selain itu, secara umum sungai di bagi menjadi 3 bagian yakni bagian hulu sungai, bagian tengan sungai dan juga bagian hilir sungai yang masing-masing mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda.

Baca Juga : Pengertian, Penyebab, dan Jenis Erosi

Bagian-bagian Sungai

  1. Bagian hulu sungai

Pada bagian hulu sungai biasa nya mempunyai arus yang cukuo deras atau kuat di karenakan lereng yang curam. Karena itulah terjadi pengikisan pada dasar sungai yang biasa nya terjadi akibat dari arus yang tersebut.

  1. Bagian tengah sungai

Di bagian ini biasa nya memiliki arus yang tidak terlalu kuat di karenakan kecuraman pada lereng sungai berkurang, sehingga badan sungai mulai melebar serta berkelok yang menyebabkan arus sungai menjadi lambat.

  1. Bagian hilir sungai

Pada bagian hilir sungai memiliki arus yang sangat pelan bahkan tenang. Karena badan sungai semakin besar dan lebar jika di bandingkan dengan bagian lain nya.

Aliran sungai bagian hilir sangat lemah dengan membuat bentuk sungai yang berkelok-kelok dan juga kelokan tersebut dapat berpindah-pindah yang menyebabkan aliran sungai menjadi terpoting hingga membentuk cekungan air seperti tapal kuda.

Jenis-jenis Sungai

Jenis-jenis sungai dapat di ketahui berdasarkan sumber air yang mengisinya seperti:

1). Berdasarkan sumber air

Jenis hujan yang berdasarkan sumber air nya ialah

  • Sungai hujan yang merupakan sungai yang memiliki air dari air hujan.
  • Sungai gletser jenis sungai yang memiliki air yang berasal dari es yang mencair.
  • Sungai campuran adalah jenis sungai yang mempunyai sumber air dari hujan, mata air dan juga pencairan es.

2). Berdasarkan debit air

  • Sungai permanen ialah sungai memiliki debit air yang tetap
  • Sungai periodic adalah jenis sungai yang memiliki banyak air hanya saat hujan turun dan air nya akan menjadi sedikit ketika musim kemarau tiba.
  • Sungai episodik

Sungai episodic adalah sungai yang memiliki banyak air saat hujan turun namun akan habis ketika musim kemarau.

  • Sungai ephemeral

Sungai ephemeral salah satu sungai yang terisi air saat musim hujan.

3). Berdasarkan asal kejadian

  • Sungai konsekuen, ialah jenis sungai yang memiliki aliran air yang megikuti lereng.
  • Sungai subkonsukuen, ialah aliran sungai yang air nya mengikuti bebatuan.
  • Sungai obsekuen, ialah sungai yang memiliki aliran iar yang berlawanan dengan arah lereng.
  • Sungai resekuen, ialah sungai yang mempunyai aliran air yang mengikuti atas kemiringan dari lapisan batuan yang kemudian bermuara ke sungai subsekuen.
  • Sungai insekuen, ialah sungai yang memiliki aliran air tanpa memgikuti struktur dari bebatuan

4). Berdasarkan struktur geologi

  • Sungai antesden, ialah sungai yang aliran air nya yang tetap walaupun terdapat struktur batuan yang melintang di hadapanya
  • Sungai superposed, ialah sungai yang mempunyai arah aliran yang melintang serta memiliki proses yang di bombing dengan lapisan batuan yang menutupi.

5). Berdasarkan pola aliran

  • Radial (menjari) terbagi atas 2 bagian yaitu radial sentrifugal yakni pola aliran yang menyebar yang meninggalkan pusatnya. Dan juga radial sentripetal yakni pola aliran yang mengumpul dan menuju arah pusat.
  • Trellis, pola aliran sungai yang menyirip
  • Dendritic, pola aliran sungai yang tidak teratur.
  • Rectangular, pola aliran sungai yang membentuk siku
  • Anular, pola aliran sungai yang memiliki bentuk lingkaran.

Proses Pembentukan Sungai

Proses pembetukan sungai terjadi karena sungai sebagai tempat berkumpul nya iar yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Di mana air tersebut mengalir dan membentuk saluran.

Pada awalnya saluran tersebut berukuran kecil, karena berjalan mengalir ke bagian-bagian lain maka air tersebut mengikis area-area yang telah di lewati. Dari saluran tersebut akan menimbulkan dampak pengikisan, penimbunan, pengangkutan serta pengendapan.

Di mana hal itu di pengaruhi oleh factor-faktor seperti volume atau jumlah air dan juga kemiringan sungai.

Baca Juga : Pengertian, Struktur, Lapisan, dan Komponen Atmosfer Bumi


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test