Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian Alat Ukur Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Pengertian Alat Ukur Besaran Pokok dan Besaran Turunan – Mengukur merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sehari-hari.

Mengukur sendiri adalah kegiatan membandingkan suatu besaran denga satuan. Satuan yang digunakan dalam proses pengukuran haruslah bersifat baku.

Satuan baku adalah satuan yang memiliki nilai yang besarannya tetap, tidak berubah, dan telah disepakati oleh banyak orang, dan digunakan sebagai pembanding ukuran.

Jika satuan tersebut berbeda-beda antara orang yang satu dengan lainnya, antara satu tempat dengan tempat lainnya maka satuan tersebut disebut dengan satuan tidak baku.

Baca Juga : Pengertian dan Contoh Besaran Pokok dan Besaran Turunan dalam Fisika

Dalam proses mengukur kita memerlukan suatu alat yang digunakan untuk menentukan ukuran pembanding yang disebut dengan alat ukur.

Alat ukur dibedakan menjadi dua yaitu alat ukur besaran pokok dan alat ukur besaran turunan.

Besaran pokok adalah besarannya yang satuan telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama para ahli fisikawan. Berikut daftar besaran pokok.

  1. Ukuran panjang. Ukuran panjang adalah ukuran antara dua titik. Ukuran panjang memiliki satuan meter atau disingkat dengan m. Untuk mengukur panjang dapat dilakukan dengan menggunakan mistar, meteran, jangka sorong, mikrometer sekrup
  2. Ukuran massa. Massa adalah berat seluruh kandungan yang terdapat atau dimiliki oleh suatu benda. Satuan dari ukuran massa adalah kilogram atau kg. Cara mengukur massa adalah deengan menggunakan timbangan atau neraca.
  3. Ukuran waktu. Menugkur waktu berarti mencari tahu tentang berapa lama suatu tindakan terjadi. Satuan untuk ukuran waktu adalah second atau detik atau disingkat dengan s. Cara menghitung waktu bisa dengan menggunaka jam, alarm, dan stopwatch.
  4. Ukuran arus listrik. Ukuran arus listrik berguna unutk mengetahui berapa banyak aliran listrik yang mengalir. Satuan dari arus listrik adalah ampere dan alat yang digunakan untuk mengetahui besarnya arus listrik adalah ampermeter.
  5. Ukuran suhu. Mengukur suhu untuk mengetahui seberapa pnas suatu benda. Satuan untuk ukuran suhu adalah kelvin. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer.
  6. Ukuran intensitas. Ukuran intensitas adalah ukuran untuk menentukan berapa besar intnsitas suatu cahaya. Memiliki satuan candela.
  7. Ukuran jumlah zat. Untuk menentukan jumlah atau besarnya jumlah zat penyusun suatu unsur deigunakan ukuran jumlah zat sebagai acuannya. Jumlah zat memiliki satuan pokoknya mol.

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya ditetapkan berdasarkan turunan dari satuan besaran pokok tadi. Adapun yang termasuk ke dalam alat ukur besaran turunan adalah,

  1. Ukuran luas. Ukuran luas diturunkan dari besaran panjang dengan panjang. Emmiliki astuan meter persegi atau m2. Untuk menghitung luas tidak dapat menggunakn mistar atau metran, namun harus menggunakan suatu rumus. Rumus luas untuk setiap bangun berbeda-beda menurut bentuk bendanya.
  2. Ukuran volume. Ukuran volume merupakan turunan dari panjang, panjang, dan panjang. Sehingga memiliki satuan meter kubik atau m3. Untuk mengukut volume dapat digunakan alat seperti gelas ukur dan gelas pancuran.
  3. Ukuran kecepatan. Ukruan kecepatan merupakan turunan dari panjang dengan waktu. Memiliki satuan meter per sekon atau m/s dan memiliki simbol v.
  4. Ukuran gaya. Gaya atau dilambangkan dengan F dengan satuan N. Untuk mengukur gaya bisa menggunakan alat yang disebut dengan dinamometer.
  5. Ukuran massa jenis. Massa jenis merupakan turunan dari massa dengan penjang, panjnag, dan panjang. Sehingga memiliki satuan kilogram per meter kubik atau kg/m3.
  6. Ukuran percepatan. Percepatan adalah turunan dari kecepatan dengan waktu. Memiliki satuan m/s2.
  7. Ukuran momentum. Momentum merupakan turunan dari massa dengankecepatan. Memiliki satuan kg m/s.

Baca Juga : Pengertian, Contoh dan Manfaat Gelombang Elektromagnetik


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 Frontier Theme