Ritaelfianis.com

Berbagi Ilmu Pengetahuan

Observatorium Bosscha Rilis Teropong Surya Berperangkat Lunak World Wide Telescope

Observatorium Bosscha Rilis Teropong Surya Berperangkat Lunak World Wide Telescope – Bagi Anda yang gemar dengan dunia astronomi tentu tidak asing mendengar tentang tempat yang biasa dikunjungi para pecinta bintang, yaitu Observatorium Bosscha.

1234

Tahukah Anda jika Observatorium Bosscha telah selesai membuat teropong baru yaitu teropong matahari dengan set teleskop dijital. Pembuatan teropong ini mendapat dana sumbangan dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan, Negeri Belanda, Leids Kerkhoven-Bosscha Fonds, Departemen Pendidikan Nasional, serta Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Baca Juga : InFocus M320: Smartphone Octa core performa Kelas Wahid

Teropong ini terdiri dari 3 buah teleskop Coronado dengan 3 filter yang berbeda. Teropong ini juga dilengkapi dengan sebuah teleskop proyeksi citra Matahari yang sepenuhnya dibuat sendiri. Teropong baru ini bisa digunakan untuk kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, teropong ini dapat cara atau sarana untuk mendidik siswa-siswa yang gemar astronomi dalam kegiatan pendidikan informal yang dapat diberikan oleh Observatorium Bosscha. Hal tersebut merupakan sarana publikasi pula dari pihak Observatorium Bosscha kepada khalayak banyak.

Alat canggih ini merupakan teknologi terobosan modern yang digunakan di Observatorium Bosscha, namun tidak meninggalkan atau tetap menjaga sejarah karena teropong surya ini berdiri pada lahan bekas teropong transit yang sudah tidak digunakan lagi, titik pengamatan topografi juga pernah digunakan disini.

Bekas dari titik tersebut masih dipertahankan di dalam interior gedung teropong. Teropong ini juga dilengkapi dengan poster informasi tentang matahari dan  perangkat lunak World Wide Telescope yang dulu pernah disumbangkan oleh Microsoft Indonesia kepada Observatorium Bosscha.

Selain itu, teleskop ini terdiri dari dua buah sistem teleskop yaitu teleskop digital dan coleostat. Teleskop pertama atau yang dijital, bekerja pada 3 panjang gelombang, yaitu gelombang Kalsium II, H-alpha, dan cahaya putih untuk mengamati bintik matahari.

Sementara, coleostat yang ditujukan untuk membuat proyeksi citra dan spektrum matahari secara analog. Dengan demikian, kedua teleskop tersebut dapat berfungsi sebagai teleskop tayang-langsung dan dapat dilihat pula melalui jaringan internet.

Selain itu, teleskop ini dapat berfungsi sebagai pengumpul data ilmiah mengenai dunia astronomi. Tentu saja, teleskop ini juga dapat berperan sebagai sarana pendidikan yang sangat efektif. Variasi kenampakan matahari dapat dimonitor dan publik diharapkan dapat mengetahuinya dengan baik.

Fasilitas dari Teropong Surya ini juga dilengkapi dengan poster-poster berisi informasi tentang matahari serta  perangkat lunak World Wide Telescope yang disumbangkan oleh Microsoft Indonesia kepada Observatorium Bosscha.

Baca Juga : Lenovo K3 Note, Phablet Android dengan Harga Terjangkau

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2014 Frontier Theme