Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Melihat Perbandingan Respirasi Aerobik dan Anaerobik

Melihat Perbandingan Respirasi Aerobik dan Anaerobik – Tubuh manusia mengalami serangkaian reaksi kimia untuk bisa menghasilkan sebuah energi, tentunya tak ada ubahnya dengan sebuah mesin bukan. Kecukupan energi untuk diri sendiri sebenarnya bisa didapatkan melalui beberapa cara, salah satunya adalah dengan makan.

Untitled

Mengapa harus makan?, karena ternyata bahan bakar untuk mendapatkan energi sendiri adalah berasal dari makanan. Selama ini apa yang kita makan sebenarnya merupakan sumber energi.

Hanya saja prosentase terbesar masih ada dalam zat gula atau glukosa. Namun bukan berarti bahwa Anda harus selalu konsumsi makanan manis tiap harinya, mengingat jenis yang satu ini juga tak baik untuk gula darah.

Zat gula yang dimaksud adalah berasal dari jenis karbohidrat sederhana, contohnya saja yang banyak terkandung dalam nasi, kemudian juga ada gandum, dan juga jenis umbi-umbian lainnya. terkadang tiap daerah memang memiliki sumber makanan pokok yang berbeda namun tetap mengandung banyak karbo di dalamnya.

Selanjutnya reaksi kimia yang terjadi untuk mengubah bahan makanan tersebut menjadi energi sendiri adalah dengan tahapan respirasi sel. Mungkin beberapa diantara Anda sudah sering mendengarnya namun salah menangkap bahwa kegiatan ini termasuk dalam proses pernapasan.

Sebenarnya tak jauh berbeda mengingat dalam prosesnya respirasi juga terbagi atas 2 jenis yaitu aerobik dan anaeronik, yang membedakan adalah ketersediaan oksigen atau tidak dalam prosesnya.

Selain antara keberadaan oksigen atau tidaknya ternyata ada beberapa lagi hal yang membedakan antara respirasi aerobik dan anaeronik tersebut, dalam prosesnya jika kita hanya mengenal 3 tahapan yaitu glikolisis, siklus krebs dan transportasi elektron saja maka reaksi anaerobik juga ada yang dinamakan sebagai fermentasi.

Untuk lebih jelas mengenai prosesnya Anda bisa menyimak penjelasan berikut ini:

  • Glikolisis, proses respirasi yang pertama ini terjadi pada bagian terluar sel yaitu sitoplasma, perlu diketahui bahwa ternyata glikolisis tak hanya bisa dilakukan dengan bantuan oksigen saja, melainkan beberapa tahapan juga bisa dilakukan tanpa adanya oksigen sekalipun atau istilah lainnya adalah anaerob, menghasilkan 2 ATP dan juga 2 asam piruvat yang nantinya akan diubah melalui siklus krebs.
  • Siklus krebs untuk tahapan yang satu ini terjadi pada organel bernama mitokondria, satu hal yang wajib diingat bahwa untuk proses ini mutlak membutuhkan keberadaan oksigen, nantinya asam piruvat yang sudah ada akan diubah menjadi senyawa asetil Coa dan baru kemudian bisa diolah kembali dalam reaksi kimia menjadi ATP.
  • Transpor elektron, reaksinya memang jauh berbeda dari beberapa siklus yang sudah ada sebelumnya, karena disini hanya memasang-masangkan senyawa elektron yang sudah dilepas dari proses glikolisis maupun siklus krebs, hasil akhir adalah 32 sampai dengan 34 ATP yang akan digunakan sel-sel dalam bekerja kembali.
  • Fermentasi, proses yang dinamakan fermentasi memang identik dengan alkohol, namun itu jika bahannya sendiri berasal dari bahan makanan, sedangkan dalam tubuh manusia jenisnya dikenal sebagai fermentasi asam laktat, prosesnya berlangsung di otot dan tanpa memerlukan oksigen sama sekali atau dalam keadaan anaerobik. Fermentasi dalam bagian otot ini akan menghasilkan asam laktat, timbunan ini akan banyak terjadi saat Anda terlalu lelah dalam berolahraga misalnya.

Dari kedua jenis respirasi sel tersebut kebanyakan memang membutuhkan oksigen namun dari beberapa keadaan tubuh juga bisa menyesuaikan saat oksigen tidak ada, hal ini memang berlangsung dalam situasi yang mendesak, namun tubuh tetap bisa mendapatkan energi dari manapun sumbernya.

Baca Juga : Mengetahui Perbedaan Antara Tahap Anafase dengan Telofase

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test