Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Jenis-jenis Komponen Ekosistem

Jenis-jenis Komponen Ekosistem – Ritaelfianis.com – Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan yang ditinggali.

Ekosistem merupakan tatanan yang mengatur secara lengkap dan menyeluruh mengenai hubungan antara unsur lingkungan hidup yang bergantung satu sama lain.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai jenis-jenis komponen yang ada pada ekosistem.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Aliran Energi Dalam Ekosistem

Jenis-jenis Komponen Ekosistem

Ekosistem merupakan gabungan dari komponen biosistem yang melibatkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik.

Secara umum ekosistem dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan.

1). Ekosistem Darat

Ekosistem darat merupakan ekosistem dengan lingkungan fisik berupa daratan. Berdasar letak geografis garis lintangnya, jenis-jenis dari ekosistem darat yaitu : hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, tiagra dan tundra.

2). Ekosistem Perairan atau Akuatik.

Ekosistem perairan merupakan ekosistem dengan komponen abiotik atau lingkungan fisik yang sebagai besar terdiri dari air. Jenis-jenis dari ekosistem perairan adalah danau, rawa dan sungai.

Komponen Ekosistem

Suatu ekosistem pasti memiliki beberapa komponen penyusun, komponen penyusun pada ekosistem secara umum dibedakan menjadi dua yaitu abiotik dan biotik.

a. Komponen abiotik

Komponen abiotik atau komponen tak hidup merupakan komponen fisik dan kimia pada suatu lingkungan ekosistem

. Komponen abiotik sebagian besar bervariasi dalam ruang dan waktiu. Berikut adalah komponen abiotik yang menjadi factor berpengaruh dalam distribusi organisme :

  • Air, ketersediaan air sangat mempengaruhi distribusi organisme. Organisme yang berhabitat di gurun beradaptasi dengan ketersediaan air yang ada pada wilayah tersebut.
  • Cahaya matahari, merupakan komponen abiotik yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Fotosintesis dapat terjadi pada sekitar permukaan yang dapat terjangkau cahaya matahari. Di gurun, semakin tinggi intesitas cahaya semakin suhu pada wilayah tersebut meningkat.
  • Garam, adanya konsentrasi garam dapat mempengaruhi kesetimbangan air pada organisme yang melalui osmosis. Beberapa organisme terestial melakukan adaptasi pada lingkungan yang memiliki kanduang kadar garam tinggi.
  • Iklim, merupakan kondisi cuaca pada suatu area dalam kurun waktu yang lama. Ada dua jenis iklim, yaitu iklim mikro dan iklim makro. Iklim mikro adalah iklim pada suatu daerah yang ditinggali oleh komunitas tertentu, sementara iklim makro merupakan iklim yang mencakup secara global baik regional maupun lokal.
  • Suhu, merupakan komponen abiotik yang mempengaruhi proses biologi. Seperti pada mamalia dan unggas yang membutuhkan energi dalam regulasi suhu dalam tubuh
  • Tanah dan Batu, struktur fisik pada karakteristik tanah seperti komposisi mineral dan pH dapat membatasi persebaran organisme

b. Komponen Biotik

Komponen biotik atau disebut juga komponen hidup merupakan komponen yang menyusun ekosistem selain komponen abiotik. Berdasar peran serta fungsinya, komponen biotik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Heterotrof atau disebut juga konsumen, merupakan organisme yang memanfaatkkan organisme yang menghasilkan bahan organic sebagai makanannya. Komponen heterotof seringkali disebut konsumen mikro atau fagotrof karena jumlah makanan yang dikonsumsi berukuran kecil.
  • Dekomposer atau pengurai merupakan komponen biotik yang berperan dalam mengurai bahan organic dari organisme yang telah mati. Dekomposer akan menyerap sebagian hasil penguraian kemudia melepaskan bahan yang dapat kembali digunakan oleh produsen. Ada tiga tipe dekomposer yakni sebagai berikut :
  • Aerobik, yaitu dekomposer dengan oksigen sebagai penerima electron (oksidan)
  • Anaerobik, merupakan dekomposer yang tidak melibatkan oksigen sebagai penerima electron. Sebagai gantinya yang menjadi oksidan adalah bahan organic.
  • Fermentasi, merupakan dekomposer dengan oksidasi anaerobic namun juga berperan sebagai aseptor electron.

Itulah penjelasan mengenai Jenis-jenis Komponen Ekosistem, yang terdiri dari Komponen abiotik dan komponen biotik.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan anda mengenai keberagaman ekosistem beserta jenis komponen penyusunnya. Sekian dan semoga bermanfaat.

Baca Juga : Pengertian, Penyebab dan Dampak Tanah Longsor


Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 Frontier Theme