Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Fase-fase Meiosis

Fase-fase Meiosis – Meiosis merupakan proses pembelahan sel, yang nantinya akan menghasilkan beberapa sel anakan dengan jumlah kromosom setengah dari sel induk.

Fase-fase Meiosis

Fase-fase Meiosis

Proses meiosis ini bisa Anda temukan pada organisme yang berkembang biak dengan cara seksual. Khususnya pada saat pembentukan gamet atau gametogenesis.

Meiosis pertama kali diperkenalkan pada tahun 1883 oleh Edouard van Beneden. Proses pembelahan meiosis ditemukan pada saat Edouard mengamati telur cacing Ascaris sp. yang hanya mengandung setengah kromosom dari jumlah semestinya koromosom pada sel somatis.

Pembelahan meiosis juga dikenal dengan pembelahan reduksi, karena adanya pengurangan pada hasil pembelahan tersebut.

Baca juga : Budidaya Kembang Kol

Proses dan Fase Pembelahan Meiosis

Pembelahan meiosis terjadi dalam 2 tahap yaitu Meiosis I dan Meiosis II. Pada proses meiosis I jumlah kromosom akan dikurangi atau dibagi menjadi setengah. Sedangkan pada meiosis II prosesnya sama dengan pembelahan mitosis, yaitu hasil anakan akan mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan sel indukan.

Pada proses meiosis I terdapat 4 fase yaitu Profase I, Metafase I, Anafase I dan Telofase I. Pada tahapan pertama sel kromosom akan digandakan menjadi kromatid kembar.

Proses ini lebih dikenal dengan Leptonema. Kemudian setiap kromosom homolog akan berpasangan, yang nantinya akan membentuk struktur bivalen. Proses ini disebut zigonema. Selanjutnya pada proses Pakinema akan terjadi pindah silang atau pertukaran antara kromatid paternal dengan kromatid meternal. Kemudian dilanjut dengan Diplonema.

Pada proses ini kromosom akan membelah membujur, sehingga sinapsis akan terbentuk menjadi empat kromatid dan saling menjauh.

Serta pasangan kromosom homolog akan memisahkan diri. Proses berikutnya dinamakan Diakinesis, pada tahap inikromstid akan semakin memendek, menebal dan bergerak ke bidang ekuator.

Setelah frase pertama selesai akan berlanjut pada fase berikutnya yaitu metafase I. Pada tahapan ini dinding inti dan nukleolus akan menghilang, terbentuknya benang spindel serta kromosom homolog akan bergerak ke bidang ekuator. Padda fase anafase I, kromosom homolog akan berpisah dan bergerak ke kutub secara berlawanan tanpa adanya pemisahan sentromer.

Pada fase terakhir (telofase I) retikulum endoplasma akan membentuk membran inti di sekitar kromosom. Membran inti dan anak inti akan terbentuk kembali. Kemudian akan terbentuk membran plasma yang berfungsi untuk memisahkan sel anakan.

Hasil dari pembelahan meiosis I ini berupa 2 sel anakan haploid (n) yang awalnya diploid (2n). Untuk proses meiosis II sama dengan proses pembelahan mitosis akan tetapi dengan sel bersifat haploid dengan 4 fase juga yaitu profase II, metafase II, anafase II dan telofase II.

Baca juga : Proses Glikolisis Aerobik

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test

Warning: require_once(/home/ritaelfianis/public_html/25f6f2eb862feef312bc0f166a3338c6c7d89844/promo.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/ritaelfianis/public_html/wp-content/themes/frontier/footer.php on line 39

Fatal error: require_once(): Failed opening required '/home/ritaelfianis/public_html/25f6f2eb862feef312bc0f166a3338c6c7d89844/promo.php' (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php71/root/usr/share/pear') in /home/ritaelfianis/public_html/wp-content/themes/frontier/footer.php on line 39