Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Cara Budidaya Teripang

Cara Budidaya Teripang – Menurut ilmu peternakan Teripang Laut adalah salah satu organisme laut yang memiliki kehidupan di dasar perairan, mempunyai pergerakan tubuh dan perkembangbiakan yang agak lambat.

Cara Budidaya Teripang

Cara Budidaya Teripang

Saat ini budidaya Teripang Laut lebih banyak mengaplikasikan ‘Metode Pen Culture’ yaitu berupa kurungan tancap atau kurungan pagar dimana melalui metode ini pergerakan Teripang Laut diharapkan menjadi stabil sehingga dapat dibudidayakan dengan kapasitas penebaran yang cukup besar.

Desain dan konstruksi kurungan pagar tersebut di atas pada umumnya dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan atas bahan – bahan kurungan pagar yang dipergunakan yaitu kurungan pagar dari bahan bambu dan kurungan pagar dari jaring.

Menurut pengalaman para pembudidaya Teripang, jenis bahan – bahan yang paling efektif untuk membuat kurungan tancap adalah jaring.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam cara budidaya Teripang adalah sebagai berikut : dasar perairan terdiri atas bahan – bahan seperti pasir, pasir berlumpur, berkarang, dan ditumbuhi tanaman lamun / rumput lindung.

Terlindung dari angin kencang dan arus atau gelombang yang cukup kuat dan tidak tercemar / bukan merupakan daerah konflik serta mudah dijangkau.

Kedalaman perairan lokasi antara 50 s/d 150 cm ketika surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna serta mutu air dan ‘salinitas antara 24 s/d 33 ppt, tingkat kecerahan antara 50 s/d 150 cm dan suhu antara 25 s/d 30 derajat C.

‘Konstruksi’ Kurung Tancap Budidaya Teripang

1). Sediakan bahan – bahan budidaya Teripang

Balok ukuran 5 x 7 x 200 cm dari bahan utama yang kokoh yaitu Kayu Ulin. Sediakan ‘waring nilon’ ukuran mata sebesar 0,2 cm dan tali ‘ris’ dari bahan nilon.

Tali pengikat atau paku anti karat dan papan yang tahan air dari bahan Kayu Ulin.

2). Cara pemasangan kurung tancap budidaya Teripang

Tiang – tiang yang sudah dipersiapkan sebelumnya dipancang pada dasar perairan sedalam 0,5 s.d 1 m dimana pada bagian tiang yang terlihat menyembul di permukaan air merupakan tempat untuk melekatkan ‘waring. Waring yang dimaksud dilengkapi dengan tali ris lalu disambung dengan papan.

Papan yang sudah disambung dengan waring selanjutnya ditancapkan atau ditanam kedalaman lumpur setinggi 30 cm dan jika tidak ada, maka papan pada bagian ujung waringlah yang ditanam ke dalam lumpur sedalam 30 cm untuk selanjutnya pada bagian ujungnya dibelokkan ke dalam area sepanjang kira – kira 15 cm.

Ukuran kurung tancap disesuaikan dengan kebutuhan luas area budidaya.

3). Pemilihan Benih – Benih Budidaya Teripang

Pilihlah benih Teripang unggul yang bagus dan seragam dalam hal jenis dan ukuran.

Benih yang baik adalah memiliki tubuh padat berisi dan tidak cacat. Hindari memilih benih yang diangkut sembarangan dalam jangka waktu lama taitu lebih dari 1 jam dan dalam kondisi bertumpuk – tumpuk atau padat. Hindari benih yang sudah terlanjur mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Lakukan pengangkutan benih pada waktu pagi atau malam hari atau ketika suhu sedang tidak panas dengan menggunakan wadah yang berisi ‘substrat pasir’ khususnya yang mengaplikasikan sistem pengangkutan terbuka.

4). Mengenal Teknik Budidaya Teripang

Langkah awal adalah menebar benih Teripang seberat 40 s/d 60 g ke dalam kurung tancap dengan tingkat kepadatan rata – rata 5 s/d 6 ekor / m2.

Langkah kedua adalah perhatikan waktu penebaran yang tepat adalah pada waktu pagi atau sore hari atau pada suhu rendah.

Langkah ketiga adalah sebelum benih ditebar ke dalam kurung tancap maka terlebih dahulu lakukan adaptasi agar bisa diketahui daya tahan tubuh masing – masing maupun jumlah benih.

Langkah selanjutnya adalah perhatikan selama pemeliharaan berikan kotoran ayam atau kotoran ayam dicampur dedak halus sebanyak 0,1 kg / m2 setiap seminggu sekali.

Kotoran ayam atau dedak halus dicampur dengan air bersih lalu diaduk merata hingga membentuk pasta untuk tebaran agar tidak mudah hanyut atau terapung – apung ketika air mulai surut.

Dalam sistem tersebut di atas, Teripang yang dipelihara tidak tergantung dari pakan buatan yang diberikan karena Teripang – Teripang tersebut berada pada habitat aslinya.

Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk guna merangsang pertumbuhan ‘diatom’ yang adalah merupakan makanan utama bagi Teripang. Lama pemeliharaan bisa mencapai 4 s/d 5 bulan.

Cara Panen Budidaya Teripang

  • Teripang yang dipelihara selama 4 s/d 5 bulan jika berhasil akan mampu mencapai ukuran konsumsi seberat rata – rata 300 s/d 500 g sudah siap dipanen. Panen dilakukan ketika air surut terendah, dan bisa dilakukan beberapa kali karena ada sebagian Teripang suka membenamkan diri di dalam pasir atau lumpur berair.
  • Untuk mengetahui dengan pasti apakah Teripang sudah anda panen semua maka lakukan pengecekan terhadap air pasang karena Teripang suka keluar dari tempat persembunyian setelah air pasang.

Pengolahan Budidaya Teripang

  • Langkah awal adalah Teripang segar dibersihkan pada bagian perut dengan cara menusuk – nusukkan lidi di bagian anusnya untuk selanjutnya bagian perut dibelah dua masing – masing sepanjang 5 s/d 10 cm untuk benar – benar mengeluarkan isi perut yang masih tersisa di dalamnya kemudian dibilas dengan air bersih. Setelah itu Teripang direbus selama 30 menit hingga matang dengan sempurna yaitu dagingnya menjadi lunak dan lembut.
  • Agar kulit benar – benar bersih maka dapat direndam dengan menggunakan larutan ‘NaOH’, ‘KOH’, ‘CaCO3’, atau melalui bahan – bahan alami seperti parutan daging pepaya muda selama 1 jam. Selanjutnya keringkan atau asap untuk mengurangi kandungan air.
  • Pengeringan selanjutnya bisa dilakukan dengan bantuan sinar matahari atau doiven memakai bahan bakar berupa kayu keras, serbuk gergaji terutama dari Kayu Ulin dan sabut kelapa. Serbuk gergaji Kayu Ulin merupakan teknik pengeringan terbaik karena memiliki warna dan aroma yang harum / gurih dan lezat sehingga mutu dan harga bersangkutan menjadi lebih bagus.
  • Sedangkan hasil pengeringan dengan sinar matahari memiliki mutu yang lebih rendah karena masih menyisakan bau amis. Mutu Teripang yang dikeringkan akan menjadi baik adalah apabila memiliki berat rata – rata sekitar 40 % dari berat segar.
  • Harga Teripang olahan di pasaran tradisional saat ini sangat dipengaruhi oleh ukuran dan mutu pengeringan. Teripang asapan dengan aroma bermutu dinilai lebih mahal dibandingkan dengan Teripang kering.

Demikian kami menjelaskan tentang cara budidaya Teripang Laut dengan mudah untuk pemula yang berminat, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test