Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Cara Budidaya Tanaman Jewawut

Cara Budidaya Tanaman Jewawut – Jewawut adalah sejenis serealia/sereal yang berbiji kecil, tanaman ini seperti rumput dengan ketinggian 1,5M. Jewawut memiliki  batang yang tegak tapi terkadang ada juga yang  bercabang.

Cara Budidaya Tanaman Jewawut

Cara Budidaya Tanaman Jewawut

Untuk daunnya berbentuk tunggal, berseling, berbentuk garis dan juga pita, ujung daunnya meruncing sedangkang tulang daun tengahnya menonjol. Bunga Jewawut berupa malai dan menyerupai bulir. Bulirnya sangat kecil dan memiliki warna beraneka ragam seperti hitam, merah, ungu, sampai jingga kecoklatan.

Baca Juga : Pengertian Respirasi Sel

Sayangnya keberadaan tanaman jewawut seiring waktu telah dilupakan walaupun pernah menjadi makanan pokok di masyarakat asia sebelum budidaya padi dikenal orang.

Nutrisi yang terkandung dalam tanaman ini lebih baik dibanding beras dan jagung. Kandungan gizi yang terdapat di tanaman jewawut adalah karbohidrat 84,2%, protein 10,7%, lemak 3,3% dan serat 1,4%.

Di Indonesia ada beberapa wilayah  yang masih membudayakan tanaman ini, seperti Sulawesi Barat, Pulau Buru, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah. Wilayah tersebut memanfaatkan jewawut untuk bubur, dodol, kue kering, wajik maupun mie. Selain untuk makanan jewawut juga dimanfaatkan untuk bahan olahan tepung. Sedangkan daun jewawut bisa digunakan untuk pakanan ternak.

Jewawut dapat tumbuh di daerah semi kering yang ketinggian 2.000 m dpl dan memiliki curah hujan < 125mm selama masa pertumbuhannya sekitar 3-4 bulan.

Karena tanaman ini menyukai lahan subur,  jewawut tidak tahan terhadap genangan dan rentan terhadap musim kering yang lama. Jewawut akan tumbuh dengan baik dengan pH 4-8.

Langkah-langkah  Budidaya Jewawut

Pemilihan Bibit Jewawut

Bibit tanaman jewawut ini di dapat dari benih maupun biji dari tanaman itu sendiri. Dan benih jewawut memiliki dua ukuran yang besar maupun kecil.

Persiapan Lahan

Lakukan pembersiha tanah dari gulma, sisa-sisa tanaman maupun tanaman penggangu lainnya. Lalu langkah berikutnya gemburkan tanah dengan cara dicangkul maupun dibajak. Setelah itu buatlah lubang-lubang untuk menanam.

Proses penanaman

Jika lahan sudah siap maka segera lakukan penanaman. Benih dapat langsung ditanam pada tanah yang telah dicangkul dan diberi lubang sedalam 4-5cm beri segenggam benih. Untuk jaraknya tanam sekitar 70 x 25 cm pada lahan sekitar 2 x 3 meter

Tahap pemeliharaan

  1. proses pemupukan adalah proses yang penting dan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 2 : 1 : 1
  2. Setelah pemupukan proses selanjutnya adalah proses pengairan. Untuk pengairan dapat dlakukan sehari 2x agar tanaman tidak mengalami kekeringan dan dapat tumbuh dengan baik.
  3. Proses selanjutnya adalah penyeulaman kepada tanaman pada yang tidak tumbuh pada lubang. Lalu bisa dilanjutkan dengan penyiangan, membersihkannya dari hama dan penyakit dengan cara menyemprotkan pertisida ke tanaman yang diserang.
  4. Pengedalian hama serta penyakit. Setiap tanaman pasti akan ada hama maupun penyakit yang menyerang walaupun jewawut tanaman yang kebal tapi tetap saja harus tetap berjaga-jaga.

Tahap Panen

Jika tanaman sudah berusia 3-4 bulan berarti tanaman jewawut siap untuk dipanen. Tandanya bijinya sudah mengeras, daun mulai menguning atau mengering.

Berikut tulisan saya semoga bermanfaat.

Baca Juga : Budidaya Tanaman Mentimun

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test