Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Cara Budidaya Kentang di Dataran Tinggi

Cara Budidaya Kentang – Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga solanacea dan salah satu tanaman yang cocok ditanam pada daerah dataran tinggi, dimana memiliki ketinggian antara 1.000—2.000 meter di atas permukaan air laut dengan suhu antara 14—22° Celsius.

Produksi kentang di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, namun ada kalanya permasalahan yang sering dihadapi dalam produksi kentang nasional adalah hasilnya yang fluktuatif. Salah satu penyebabnya adalah terjadi pada saat proses budidaya.

Berikut Berikut merupakan cara budidaya kentang di dataran tinggi:

Pengolahan Tanah

Dalam pengolahan tanah, perlu diperhatikan apakan tanah atau lahan yang digunakan merupakan tanah yang padat atau tanah yang gembur.

  • Tanah padat
  1. Tanah digemburkan dan dicangkul hingga kedalaman 30 cm secara rata dan menyeluruh.
  2. Biarkan selama 2-3 hari
  3. Lakukan proses digaru dengan kedalaman 5 cm
  4. Diamkan selama seminggu.
  • Tanah gembur

Cukup digaru dengan kedalaman 5 cm dan mendiamkannya selama seminggu.

Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan dengan memberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 20-30 ton per hektar, atau dapat pula diberi pupuk NPK 350 kg per hektar.

Penanaman Bibit

  • Sebelum dipanen, umbi bibit kentang sebaiknya disimpan kurang lebih selama 3 bulan untuk mengethaui umbi tersebut bertunas dengan baik. Umbi yang telah bertunas, dilakukan pemangkasan pada ujungnya sekitar lebih dari 2 m, lalu bagian yang tidak dipangkas tersebut dibuang.
  • Berat umbi kentang adalah sekitar 30-50 gram per buah.
  • Umbi yang telah dipangkas diletakkan di atas garitan dan diberi pupuk
  • Jarak tanam dalam garitan adalah 20-30 cm
  • Setelah umbi diletakkan, timbun dengan tanah membentuk guludan setinggi 10-15 cm.
  • Bagian kiri dan kanan guludan dibentuk parit untuk drainase

Pemeliharaan

  • Penyiraman

Proses penyiraman harus memperhatikan kondisi tanah dan cuaca. Proses ini dapat dilakukan pada saat tanah mulai kering.

  • Penyiangan gulma

Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan perbaikan guludan. Biasanya dilakukan setelah satu bulan penanaman. Gulma bisa dibersihakan dengan sabit atau koret, setelah gulma dibersihkan guludan diperbaiki.

Baca Juga :

Penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah tanaman berumur dua bulan. Setelah itu, tidak diperlukan lagi penyiangan, karena tajuk tanaman sudah rimbun sehingga gulma sulit tumbuh.

  • Pengendalian hama dan penyakit
  1. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan pemberian fungisida (dithane dan vondozeb) dan insektisida (hostathion).
  2. Penyemprotan dimuali pada umur tanaman 10 hari.
  3. Penyemprotan dilakukan dua kali selama seminggu agar hasil optimal

Pemanenan

Pemanenan biasanya dilakukan 80-120 hari setelah masa panen. Namun, itu semua tergantung pada jenis varietas, tingg lahan, dan musim. Usahakan tidak melakukan pemanenan pada usia dini atau terlalu tua.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test