Ritaelfianis.com

Berbagi Ilmu Pengetahuan

Cara Budidaya ikan cupang

Budidaya ikan cupang – Ikan cupang merupakan jenis ikan hias yang mudah dipelihara. Ikan cupang mempunyai banyak jenis dan variasi warna yang mecolok.

Bentuk ekornya yang lebar dan terkesan tebal membuat ikan ini menjadi fenomena tersendiri.

Keunikan lain dari ikan cupang adalah dapat bernafas menggunakan udara, sehingga dalam perawatannya ikan ini tidak memerlukan aerasi.

Salah satu keunggulan dari air cupang adalah daya tahan hidupnya yang teah teruji. Ikan cupang bahkan bisa hidup dalam toples sekaligus.

Budidaya ikan cupang memang sudah ramai di indonesia sekarang ini. Hal ini tidak terlepas dari permintaan ikan cupang yang masih stabil hingga sampai saat ini. Ikan cupang mempunyai banyak jenis.

Untuk beberapa jenistertentu yang kuat, ikan cupang dapat dijadikan hewan aduan. Budidaya ikan cupang tidak membutuhkan biaya yang besar, karena pembiakan dapat dilakukan di ember atau bahkan baskom.

Persiapan kolam

Seperti yang sudah disinggung di atas, budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat besar. Kolam yang digunakan untuk budidaya ikan cupang bisa terbuat dari akuarium, baskom dan ember.

Penggunaan akuaium sebagai tempat budidaya hendaknya diberikan beberapa ornament, baik itu ornament asli maupun ornament artifisial.

Yang juga harus diperhatikan adalah pemberian rapia atau bahan apapun yang dapat digunakan ikan cupang untuk menempatkan telur. Ikan cupang dapat memijah sendiri dalam akuarium tersebut.

Pemupukan dasar kolam

Penggunaan akuarium untuk budidaya ikan cupang tidak perlu dilakukan pemupukan terlebih dahulu. Tidak seperti ikan lainnya, akuarium yang digunakan bisanya hanya diberi lapisan bebatuan pada bagian bawahnya.

Selain untuk memercantik akuarium, penggunaan ornament juga dapat bermanfaat untuk mengurangi stress pada ikan cupang.

Berikan juga beberapa bahan yang nantinya akan digunakan untuk menempatkan telur oleh kan cupang. Bahan tersebut bisa berupa rapia atau tali yang lain.

Penebaran benih

Sebelum menebarkan benih dimulai, ikan cupang harus melalui proses pemijahan terlebih dahulu. Pemijahan ikan cupang dapat dilakukan secara alami tanpa bantuan dan pastikan ikan cupang telah mencapai masa gonad ketika pemijahan terjadi.

Pemijahan ikan cupang dialkukan dengan cara yang unik, yaitu menempatkan indukan jantan dan betina dalam satu wadah, namun untuk indukan betina harus dipisah bisa menggunakan gelas atau botol. Setelah ikan cupang bertelur, wadah sebagai tempat telur kemudian diangkat dan dipindahkan.

Dalam satu perkawinan, ikan cupang dapat menghasilkan telur hingga 1000 butir namun tingkat kematian juga tinggi. Telur ikan cupang akan menetas setelah 24 jam.

Pemberian pakan

Jenis pakan yang dapat diberikan pada ikan cupang adalah larva nyamuk, cacing sutera dan kutu air. Pemberian pakan untuk anakan cupang harus dilakukan sesering mungkin dengan frekuensi hingga empat kali sehari.

Pemberian pakan terlalu banyak dengan frekuensi jarang justru dapat mengakibatkan tumbuhnya penyakit.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak akan membuat perut ikan cupang membesar hingga kadang menyebabkan kematian. Pakan cupang berupa larva dan kutu bisa dapatkan dari toko ikan atau bisa juga mencari dari selokan.

Pemanenan

Untuk keperluan budidaya, ikan cupang sudah dapat dipasarkan ketika sudah berumur dua minggu. Sedangkan untuk tujuan hiasan, ikan cupang baru bisa dipanen ketika sudah berumur 45 hari. Dalam kondisi ini, ikan cupang sudah mulai mengeluarkan keindahannya.

Para kolektor ikan cupang biasanya akan memanfaatkan waktu ini untuk melakukan pemanenan. Panen yang terlalu cepat juga akan menyebabkan ikan masih stress dan belum bisa beradaptasi dengan kondisi baru.

Baca Juga :

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2014 Frontier Theme