Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Budidaya Tanaman Kacang Tanah

Budidaya Tanaman Kacang Tanah – Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae yang umumnya dibudidayakan untuk dimakan. Daun dan batang tanaman kacang tanah dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara bijinya yang kaya protein dan lemak digunakan sebagai minyak, sumber protein nabati, dan lain-lain.

Tanaman ini berasal dari benua Amerika, dan telah tersebar di seluruh dunia. Kacang tanah diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-17 oleh pedagang-pedagang Spanyol, Tiongkok, dan Portugis dalam pelayaran mereka dari Meksiko ke Maluku.

Budidaya Kacang tanah tumbuh di daerah tropis dan subtropis, serta merupakan komoditas komersial yang penting bagi produsen besar maupun kecil. Tanaman kacang tanah dapat tumbuh paling baik di tanah gembur berpasir yang ringan dengan tingkat keasaman (pH) 5 sampai 6,3.

Penyinaran matahari penuh diperlukan saat bunganya berkembang dan buahnya membesar. Oleh karena itu, budidaya kacang tanah idealnya dilakukan pada ketinggian 500-5000 mdpl, walaupun ia bisa beradaptasi hingga di ketinggian 1500 mdpl.

Curah hujan juga berpengaruh penting dalam budidaya kacang tanah. Ia paling cocok dibudidayakan di daerah bercurah hujan sedang. Apabila curah hujan terlalu tinggi, bunga akan sulit diserbuki, dan zona perakaran menjadi terlalu lembap sehingga menyuburkan jamur dan penyakit yang menyerang buah.

Setelah mendapatkan lahan yang sesuai, dilakukan pemilihan benih. Benih kacang tanah didapatkan dari kacang yang dibiarkan sampai sekitar 100 hari.

Kacang yang siap dijadikan benih berwarna kehitaman, dan ketika dibuka tidak mempunyai selaput di bagian dalam cangkang. Benih dipanen, disortir, kemudian dijemur selama 4-5 hari. Untuk menjaga kualitas, simpan benih paling lama 3-6 bulan tanpa mengupas cangkangnya. Buka cangkang apabila benih hendak digunakan saja karena benih yang paling baik adalah benih yang baru.

Pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos lazim digunakan sebagai pupuk dasar. Campuran pupuk kandang dari kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi yang dicampurkan dengan tanah secara merata juga dapat digunakan. Budidaya tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan atau tanpa bedengan. Bedengan diperlukan jika lahan rawan tergenang air. Drainase yang baik penting untuk menjaga kesehatan tanaman.

Kacang tanah ditugal dengan jarak tanam 25×25 cm. Setiap lubang diisi dengan satu butir benih. Benih yang ditanam harus disirami setiap pagi dan sore. Kecambah akan muncul setelah 4-7 hari dan berbunga pada umur 20 hari yang berlanjut hingga umur 75 hari. Setelah berbunga, diberikan pupuk tambahan yang banyak mengandung fosfor. Selain itu, lakukan penyiangan dan pembumbunan tanah sehingga menutupi akar, batang dan daun bagian bawahnya untuk memperbanyak biji.

Tanaman kacang terus menghasilkan bunga ketika polongnya berkembang, oleh karena itu, terkadang polongnya masih belum berisi walaupun sudah siap panen.

Memutuskan kapan waktu terbaik panen penting untuk memaksimalkan hasil. Jika terlalu dini, polong masih mentah. Jika terlambat, polong terlanjur lepas dari batang dan akan tetap berada di dalam tanah. Ketika memanen, seluruh tanaman, termasuk sebagian besar akarnya, harus diangkat dari tanah.

Ciri-ciri fisik kacang tanah siap panen antara lain, batangnya mengeras, daun mulai menguning dan berguguran. Selain itu kita juga bisa mengambil contoh dan memeriksa secara langsung apakah bijinya sudah terisi penuh atau tidak.

Ritaelfianis.com - Berbagi Ilmu dan Pengalaman © 2017 rita test